Musim Hujan November 2026, BNPB Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor

Newswire
Newswire Selasa, 03 November 2026 01:17 WIB
Musim Hujan November 2026, BNPB Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor

Ilustrasi penyelamatan korban banjir/magnific

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, banjir bandang, dan tanah longsor seiring dimulainya musim hujan pada November 2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026. Sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan yang berpotensi disertai hujan berintensitas sedang hingga lebat serta angin kencang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

"Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun di sekitar tanggul diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan deras berlangsung dalam durasi yang lama. Warga diimbau segera menjauhi lokasi berbahaya serta mengikuti arahan evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun petugas di lapangan demi keselamatan jiwa," katanya.

Tanggul Jebol di Bandung Berdampak pada 112 Jiwa

Peringatan BNPB tersebut menyusul kejadian tanggul jebol akibat hujan deras di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (1/11/2026) pukul 01.00 WIB.

Peristiwa tersebut berdampak pada 112 jiwa. Sebanyak tujuh warga mengungsi dan 34 rumah mengalami kerusakan. Area terdampak diperkirakan mencapai tiga kilometer persegi.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi tim gabungan langsung melakukan penanganan darurat. Tim tersebut terdiri atas BPBD Kota Bandung, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), unsur kewilayahan, serta masyarakat setempat.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi antarpihak, pembersihan sisa lumpur, hingga pemeriksaan kondisi rumah warga.

"Meskipun sebagian besar warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing, BNPB mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi ancaman banjir susulan di tengah masa peralihan musim ini," kata Berton.

Warga Sekitar Sungai Berhulu Semeru Diminta Waspada

Selain potensi banjir dan longsor, BNPB juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru, Jawa Timur, untuk mewaspadai banjir lahar.

Masyarakat diminta menghindari alur sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar, terutama ketika hujan turun di kawasan hulu.

Peringatan ini berkaitan dengan tingginya intensitas hujan di kawasan puncak Gunung Semeru. Berdasarkan laporan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hujan deras berlangsung sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin pagi.

Dalam periode tersebut, amplitudo maksimal terdeteksi mencapai 65 mm.

Untuk mengantisipasi dampak bencana, BNPB meminta masyarakat memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BNPB dan BPBD setempat.

"Sebagai langkah antisipasi dan koordinasi, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BNPB serta BPBD setempat untuk memantau perkembangan informasi kebencanaan, atau melaporkan kejadian darurat melalui layanan nomor 117," kata Berton.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online