Surplus Neraca Perdagangan RI Capai US$3,36 Miliar pada September 2026
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Ilustrasi penyelamatan korban banjir/magnific
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, banjir bandang, dan tanah longsor seiring dimulainya musim hujan pada November 2026.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026. Sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan yang berpotensi disertai hujan berintensitas sedang hingga lebat serta angin kencang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
"Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun di sekitar tanggul diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan deras berlangsung dalam durasi yang lama. Warga diimbau segera menjauhi lokasi berbahaya serta mengikuti arahan evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun petugas di lapangan demi keselamatan jiwa," katanya.
Tanggul Jebol di Bandung Berdampak pada 112 Jiwa
Peringatan BNPB tersebut menyusul kejadian tanggul jebol akibat hujan deras di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (1/11/2026) pukul 01.00 WIB.
Peristiwa tersebut berdampak pada 112 jiwa. Sebanyak tujuh warga mengungsi dan 34 rumah mengalami kerusakan. Area terdampak diperkirakan mencapai tiga kilometer persegi.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi tim gabungan langsung melakukan penanganan darurat. Tim tersebut terdiri atas BPBD Kota Bandung, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), unsur kewilayahan, serta masyarakat setempat.
Penanganan dilakukan melalui koordinasi antarpihak, pembersihan sisa lumpur, hingga pemeriksaan kondisi rumah warga.
"Meskipun sebagian besar warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing, BNPB mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi ancaman banjir susulan di tengah masa peralihan musim ini," kata Berton.
Warga Sekitar Sungai Berhulu Semeru Diminta Waspada
Selain potensi banjir dan longsor, BNPB juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru, Jawa Timur, untuk mewaspadai banjir lahar.
Masyarakat diminta menghindari alur sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar, terutama ketika hujan turun di kawasan hulu.
Peringatan ini berkaitan dengan tingginya intensitas hujan di kawasan puncak Gunung Semeru. Berdasarkan laporan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hujan deras berlangsung sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin pagi.
Dalam periode tersebut, amplitudo maksimal terdeteksi mencapai 65 mm.
Untuk mengantisipasi dampak bencana, BNPB meminta masyarakat memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BNPB dan BPBD setempat.
"Sebagai langkah antisipasi dan koordinasi, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BNPB serta BPBD setempat untuk memantau perkembangan informasi kebencanaan, atau melaporkan kejadian darurat melalui layanan nomor 117," kata Berton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Satpol PP Bantul bersama Bea Cukai dan Kejari menemukan 4.972 batang rokok tanpa pita cukai di Pandak dan Bambanglipuro.
Celios memperkirakan biaya kesehatan akibat karhutla mencapai Rp103,3 triliun. Sebanyak 17,4 juta warga bergejala ISPA diprediksi tidak berobat.
Pemkab Sleman masih mengurus legalitas lahan seluas 5,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama di Seyegan.
Celios memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp565,03 triliun. Simak wilayah dan sektor terdampak.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.