Peru Bangun Patung Paus Leo XIV Setinggi 14 Meter di Callao

Newswire
Newswire Minggu, 08 November 2026 09:17 WIB
Peru Bangun Patung Paus Leo XIV Setinggi 14 Meter di Callao

Paus Leo XIV/instagram @kemenag\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kota Callao di Peru menyiapkan patung Paus Leo XIV setinggi 14 meter yang diklaim sebagai patung paus terbesar di dunia. Pembangunan monumen tersebut dilakukan menjelang kunjungan Paus Leo ke negara Amerika Selatan itu pada November 2026.

Patung dengan tinggi 45,9 kaki atau sekitar 14 meter tersebut akan ditempatkan di taman tepi laut yang menghadap Samudra Pasifik. Callao berada di kawasan pinggiran utara Lima, ibu kota Peru.

Monumen yang dibuat menggunakan bahan baja dan marmer itu menampilkan Paus Leo dengan kedua tangan terbuka. Patung tersebut diperkirakan sudah terpasang sebelum kedatangan Paus Leo di Peru pada 11 November 2026.

Wali Kota Callao, César Pérez, menyebut pembangunan patung tersebut diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus ruang berkumpul bagi warga.

"Karya ini akan menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh penduduk Callao dan ruang baru bagi kita untuk berkumpul sebagai satu komunitas," ujar Pérez, sebagaimana dikutip surat kabar El Comercio.

Pérez menjelaskan pemerintah daerah menyediakan lahan taman, sedangkan biaya pembuatan patung ditanggung sebuah perusahaan swasta. Dia berharap monumen tersebut dapat diresmikan selama kunjungan lima hari Paus Leo di Peru.

Kunjungan Paus Leo Jadi Momen Kepulangan ke Peru

Kunjungan Paus Leo ke Peru memiliki makna khusus karena negara tersebut pernah menjadi tempat tinggalnya ketika menjabat sebagai Uskup Chiclayo.

Perjalanan pada 11–17 November 2026 itu sekaligus menjadi penutup rangkaian kunjungan 11 hari Paus Leo ke Amerika Selatan, yang juga mencakup Uruguay dan Argentina.

Paus Leo diperkirakan tiba di Callao, lokasi bandara internasional Lima. Namun, dia tidak dijadwalkan menghabiskan waktu di kota tersebut, meskipun pernah menjabat sebagai administrator apostolik untuk Keuskupan Callao selama 13 bulan hingga Mei 2021.

Patung yang tengah dibangun di Callao mencerminkan kedudukan dan popularitas Paus Leo di Peru, negara yang pernah menjadi rumah baginya.

Para pengamat Katolik menyebut sejak terpilih pada Mei 2025, Paus Leo telah menjadi sosok asal Peru yang paling dikenal di dunia. Antusiasme masyarakat terhadap kunjungannya juga disebut terasa kuat, terutama di wilayah utara Peru.

Di kawasan tersebut, Paus Leo pernah menjalankan pelayanan sebagai misionaris Agustinian sebelum menjabat sebagai Uskup Chiclayo pada 2015 hingga 2023.

Pastor Yesuit José Luis Gordillo mengatakan para pemimpin Gereja di Peru menekankan pentingnya kehadiran seorang paus yang memiliki keterikatan dengan negara tersebut.

"Hal yang ditekankan" oleh para pemimpin Gereja di Peru "adalah betapa pentingnya memiliki seorang Paus yang berasal dari Peru, dan betapa baiknya bahwa beliau kembali ke sini," ujar Gordillo kepada OSV News.

Paus Leo Akan Kunjungi Empat Kota di Peru

Menjelang kedatangan Paus Leo, para pemimpin Gereja di Peru turut mempromosikan ajaran-ajaran yang disampaikannya. Menurut Gordillo, pesan tersebut menempatkan Paus Leo sebagai pemimpin yang relevan bagi masyarakat dunia maupun Peru.

Dia menjelaskan bahwa pesan Paus Leo diharapkan dapat memberikan makna bagi kehidupan masyarakat di negara tersebut.

"Menitikberatkan pada peran Paus Leo sebagai sosok pemimpin yang relevan—relevan bagi dunia, serta mampu menyampaikan pesan yang bermakna bagi negara ini."

Selama berada di Peru pada 11–17 November, Paus Leo dijadwalkan mengunjungi empat kota, yakni Lima, Chiclayo, Pucallpa, dan Cusco.

Menurut para pengamat, perjalanan tersebut mencakup tiga wilayah geografis Peru, yaitu pesisir, pegunungan, dan hutan. Ketiga kawasan itu masing-masing merepresentasikan budaya serta kondisi sosial-ekonomi yang berbeda.

Sementara itu, agenda resmi kunjungan Paus Leo ke Peru akan diumumkan setelah memperoleh konfirmasi dari Vatikan. Uskup Carlos García Camader dari Lurín, yang juga menjabat sebagai ketua konferensi waligereja Peru, mengatakan kepada Agencia Andina bahwa konfirmasi tersebut diperkirakan tiba sekitar 15 September.

Sebelumnya, Paus Fransiskus pernah mengunjungi Peru pada 2018.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online