Advertisement

Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam

Jumali
Kamis, 05 Februari 2026 - 14:07 WIB
Jumali
Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang krisis media di Amerika Serikat kembali menguat setelah surat kabar legendaris Washington Post mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada sekitar sepertiga total karyawannya. Langkah restrukturisasi besar-besaran ini ditempuh manajemen sebagai upaya menahan tekanan finansial yang kian menghimpit keberlangsungan perusahaan.

Pemangkasan tenaga kerja tersebut menyasar ratusan posisi di berbagai departemen strategis, termasuk kanal internasional dan olahraga. Keputusan ini menandai fase paling drastis dalam sejarah Washington Post sejak berada di bawah kepemilikan pendiri Amazon.com, Jeff Bezos.

Advertisement

Manajemen Washington Post menyatakan kebijakan ini merupakan langkah sulit namun tak terelakkan untuk memastikan masa depan perusahaan. “Washington Post mengambil sejumlah tindakan sulit namun tegas hari ini untuk masa depan kami, yang merupakan restrukturisasi signifikan di seluruh perusahaan,” tulis pernyataan resmi manajemen yang dikutip dari Reuters.

Restrukturisasi ini juga mencakup perombakan struktur organisasi yang selama ini dinilai terlalu kaku dan masih bertumpu pada model surat kabar lokal. Manajemen menilai pendekatan lama tersebut tak lagi relevan dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kian digital.

Editor Eksekutif Matt Murray menegaskan bahwa Washington Post membutuhkan strategi baru agar mampu bertahan di tengah perubahan industri media global. Ia mengakui fondasi lama perusahaan sudah tidak cukup kuat menopang skala operasional yang besar. Seusai sebelumnya melakukan penghematan dengan mengurangi liputan Olimpiade Musim Dingin 2026, PHK sepertiga karyawan ini menjadi puncak upaya efisiensi yang ditempuh manajemen.

Tekanan finansial Washington Post disebut semakin berat akibat penurunan tajam jumlah pembaca dan pendapatan iklan. Data Alliance for Audited Media mencatat sirkulasi harian berbayar pada 2025 hanya sekitar 97.000 eksemplar, merosot tajam dibandingkan 250.000 eksemplar pada 2020.

Kondisi tersebut membuat perusahaan yang sempat mencatat kerugian hingga US$100 juta pada 2023 ini tidak lagi mampu mempertahankan struktur ketenagakerjaan sebelumnya. Pemangkasan staf pun dipilih sebagai opsi terakhir untuk menahan laju kerugian.

Bagi kalangan jurnalis internal, kebijakan ini bahkan disebut sebagai “pembantaian”, menggambarkan dampak sosial yang besar di ruang redaksi. Fenomena ini juga mencerminkan krisis media cetak global, ketika pembaca semakin beralih ke media sosial dan platform digital sebagai sumber utama informasi.

Indikator KrisisKondisi Tahun 2020Kondisi Tahun 2025/2026
Sirkulasi Harian250.000 Eksemplar97.000 Eksemplar
Status KaryawanStabilPHK Massal (Sepertiga Staf)
Kinerja KeuanganPertumbuhan DigitalKerugian > US$100 Juta
Fokus LiputanGlobal KomprehensifDikurangi (Termasuk Olimpiade)
KepemilikanJeff Bezos (Amazon)Jeff Bezos (Amazon)

Washington Post bukan satu-satunya yang terdampak. Surat kabar besar AS lainnya, termasuk Los Angeles Times, dilaporkan menghadapi tekanan serupa. Seusai beberapa kali menawarkan paket PHK sukarela dalam beberapa tahun terakhir, Washington Post kini terpaksa menempuh pemangkasan paksa di seluruh lini demi menjaga eksistensinya sebagai salah satu pilar jurnalisme di Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, Siswa Baru Bantul Dapat Seragam Gratis

Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, Siswa Baru Bantul Dapat Seragam Gratis

Bantul
| Kamis, 05 Februari 2026, 16:27 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement