Advertisement

Januari, Februari, Mei, Juni dan Desember Puncak Banjir Jakarta

Newswire
Kamis, 05 Februari 2026 - 12:27 WIB
Sunartono
Januari, Februari, Mei, Juni dan Desember Puncak Banjir Jakarta Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat lima bulan dengan frekuensi banjir tertinggi selama lima tahun terakhir (2020–2025), yaitu Januari, Februari, Mei, Juni, dan Desember.

Data BPBD menunjukkan selama periode lima tahun tersebut terjadi 498 kejadian banjir atau genangan di Jakarta, dengan distribusi yang fluktuatif. Januari, Februari, Mei, dan Juni masing-masing tercatat 63 kali, sementara Desember menjadi bulan dengan frekuensi tertinggi, mencapai 64 kali kejadian.

Advertisement

“Kalau ingin mengadakan acara, sebaiknya pilih bulan Juli, Agustus, September, atau Oktober karena potensi genangan atau banjir relatif kecil,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dalam siniar bertema Mitigasi dan Penanganan Banjir di DKI Jakarta yang digelar oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI, Kamis.

Yohan menambahkan, perhitungan musim hujan dan kemarau tidak selalu terbagi rata enam bulan, tetapi sangat bergantung pada kondisi cuaca. Tahun lalu, misalnya, musim hujan hampir berlangsung selama sembilan bulan.

Sepanjang 2025, tercatat 219 kejadian banjir di Jakarta. Distribusinya, paling banyak terjadi di Jakarta Utara (73 kejadian), Jakarta Selatan (46), Jakarta Barat (45), Jakarta Timur (41), Jakarta Pusat (7), dan Kepulauan Seribu (7).

“Di Jakarta Utara cukup sering banjir karena fenomena rob. Air hujan dari hulu menuju teluk tertahan saat rob, sehingga menyebabkan genangan, yang juga berdampak ke Jakarta Barat,” jelas Yohan.

Untuk Januari 2026, data awal menunjukkan Jakarta Timur menjadi wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi, yakni delapan kejadian. Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan masing-masing tujuh kejadian, Jakarta Pusat empat, sementara Kepulauan Seribu mencatat frekuensi terendah, hanya satu kejadian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kamera Trap BKSDA DIY Ungkap Jejak di Candirejo Bukan Macan

Kamera Trap BKSDA DIY Ungkap Jejak di Candirejo Bukan Macan

Gunungkidul
| Kamis, 05 Februari 2026, 15:17 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement