Advertisement
BPBD Serang Catat Banjir Bertahan di Empat Wilayah
Petugas evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Serang, Banten, Minggu (1/2/2026). ANTARA - HO/BPBD Kabupaten Serang
Advertisement
Harianjogja.com, BANTEN — Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, Banten, hingga Minggu (1/2/2026) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat genangan air tersisa di empat kecamatan, meski sebagian besar daerah lainnya mulai berangsur pulih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyampaikan berdasarkan pembaruan data pukul 09.00 WIB, banjir masih melanda Kecamatan Binuang, Carenang, Tanara, dan Anyer.
Advertisement
“Hingga hari ini terdapat empat kecamatan yang mencakup lima desa masih tergenang banjir. Kecamatan lainnya sudah relatif kondusif,” ujar Ajat di Serang.
Ia menjelaskan ketinggian air di setiap wilayah terdampak bervariasi. Di Kecamatan Tanara, tepatnya di Desa Tanara, Tinggi Muka Air (TMA) berada di kisaran 15 hingga 80 sentimeter.
BACA JUGA
Sementara itu, genangan di Perumahan Grand Mekarsari, Kecamatan Carenang, tercatat setinggi 5 hingga 70 sentimeter.
Untuk wilayah Kecamatan Binuang, kondisi banjir dilaporkan fluktuatif. Di Kampung Kuranji, Desa Cakung, ketinggian air kembali meningkat dengan kisaran 10 sampai 40 sentimeter. Adapun di Perumahan Green Harmony Warakas, air mulai surut namun masih menggenang sekitar 30 hingga 60 sentimeter.
“Di Kecamatan Anyer, khususnya Desa Kosambironyok, banjir sudah berangsur turun. Saat ini ketinggian air tersisa sekitar 5 sampai 25 sentimeter,” jelasnya.
Dampak banjir tersebut memaksa ratusan warga mengungsi. BPBD Kabupaten Serang mencatat sebanyak 304 kepala keluarga atau 1.161 jiwa kini berada di sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di wilayah Binuang, Carenang, dan Tanara.
Pemerintah Kabupaten Serang pun telah menetapkan status Tanggap Darurat bencana hidrometeorologi. Ajat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah timur Kabupaten Serang hingga 2 Februari 2026.
“Kami terus melakukan pemantauan, menyalurkan kebutuhan dasar bagi para korban, serta menyiagakan mesin penyedot air di lokasi yang memungkinkan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gunungkidul Anggarkan Rp588 Miliar Tekan Kemiskinan di 2026
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Target PAD Retribusi Pasar Bantul 2026 Dipatok Rp5,5 Miliar
- PSS Sleman vs Barito Putera, Duel Sengit Perebutan Puncak
- Pakubuwono XIV Tenang Hadapi Gugatan Perubahan Nama
- Barcelona vs Elche: Fokus dan Mentalitas Jadi Kunci Kemenangan
- Presiden Prabowo Tak Hadir di Harlah 100 NU, Ini Alasannya
- Starting Lineup PSS Sleman vs Barito Putera Turunkan Skuad Terbaik
- Jokowi Siap Turun Gunung, PSI DIY Pasang Target Pemilu 2029
Advertisement
Advertisement



