Utang Luar Negeri Indonesia Melambat, Rasio terhadap PDB Turun
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
Warga terdampak banjir di wilayah Pamanukan, Subang, mengungsi di kolong jembatan layang. ANTARA/ist-Pemkab Subang
Harianjogja.com, SUBANG—Banjir Pantura Subang yang belum surut selama sepekan memaksa ratusan warga di Kecamatan Pamanukan mengungsi di kolong jembatan layang Pamanukan karena rumah mereka masih terendam air hingga Sabtu (31/1/2026). Kondisi ini menunjukkan dampak banjir Pantura Subang yang masih meluas dan belum sepenuhnya tertangani.
Salah seorang warga terdampak, Didi, mengatakan genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut sehingga warga memilih bertahan di lokasi pengungsian darurat yang dekat dengan rumah mereka. "Sudah berhari-hari banjir belum surut. Jadi harus mengungsi," kata Didi, Sabtu (31/1/2026).
Ia bersama keluarga dan tetangganya memilih kolong jembatan sebagai lokasi pengungsian karena jaraknya tidak jauh dari permukiman, sehingga memudahkan proses evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Area tersebut bahkan disebut menjadi tempat langganan pengungsian setiap kali banjir Pantura Subang terjadi.
Terkait lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah daerah, Didi mengakui fasilitas tersebut tersedia. Namun, jaraknya dinilai terlalu jauh dari rumah warga sehingga menyulitkan mobilitas dan pengamanan barang. "Kalau mengungsi di lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang," ucap Didi.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang mencatat hingga Sabtu pagi (31/1/2026), banjir Pantura Subang di sekitar Kecamatan Pamanukan telah merendam 5.679 rumah di delapan desa.
Secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Subang, banjir tercatat merendam 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa di tujuh kecamatan. Sebanyak 13.541 Kepala Keluarga (KK) atau 36.060 jiwa terdampak bencana tersebut.
Selain permukiman, banjir Pantura Subang juga merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, serta 2.884 hektare areal persawahan selama sepekan terakhir. Dampak ini memperlihatkan luasnya kerusakan infrastruktur sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
BPBD Subang melaporkan sebanyak 276 KK atau 645 jiwa kini mengungsi akibat rumah mereka masih terendam, sementara sebagian warga lainnya memilih bertahan di sekitar lingkungan rumah sambil menunggu air surut, sehingga penanganan banjir Pantura Subang masih menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat yang berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.