Advertisement
Lebaran yang Menyedihkan di Jalur Gaza
Asap akibat ledakan setelah militer Israel mengeluarkan perintah untuk mengevakuasi sebagian kota di Khan Younis, Gaza Selatan, Senin (22/7 - 2024). /Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, GAZA-Warga Palestina terutama di Jalur Gaza merayakan Hari Raya Idulfitri di tengah kondisi perang. Mereka berjibaku dengan persediaan makanan yang menipis dan pemboman Israel yang konstan di tengah perayaan Idulfitri 1446 H/2025. Melansir dari Al Jazeera dan dikutip Bisnis.com, pada Senin (31/3/2025), banyak masyarakat yang salat di luar masjid yang dihancurkan pada Idulfitri.
Sebelumnya, pada Minggu (30/3/2025) kemarin, sedikitnya 20 warga Palestina tewas akibat bombardir Israel. Kebanyakan dari korban tersebut adalah wanita dan anak-anak. Perayaan ini seharusnya menjadi acara yang menggembirakan, saat keluarga berkumpul untuk pesta dan membeli pakaian baru untuk anak-anak–tetapi sebagian besar dari dua juta warga Palestina di Gaza hanya berusaha untuk bertahan hidup. “Ini adalah Idulfitri yang menyedihkan. Kami kehilangan orang yang kami cintai, anak-anak kami, kehidupan kami, dan masa depan kami. Kami kehilangan siswa kami, sekolah kami, dan lembaga kami. Kami kehilangan segalanya," kata Adel al-Shaer setelah menghadiri salat di luar ruangan di kota pusat Deir el-Balah.
Advertisement
BACA JUGA : Ribuan Umat Muslim Padati Masjid Gedhe Kauman untuk Salat Idulfitri
Ia mengatakan 20 anggota keluarga besarnya telah tewas dalam serangan Israel, termasuk empat keponakan muda beberapa hari lalu, katanya sambil menangis. Pada 18 Maret 2025 lalu, Israel tiba-tiba mengakhiri gencatan senjata dua bulan yang rapuh saat melanjutkan kampanye pengeboman dan operasi darat yang intens di Gaza.
Israel sejak itu telah menewaskan ratusan warga sipil Palestina dan tidak mengizinkan makanan, bahan bakar, atau bantuan kemanusiaan masuk selama empat minggu.
Mediator Arab tengah berupaya mengembalikan gencatan senjata ke jalur yang benar, dan Hamas mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menerima proposal baru dari Mesir dan Qatar, yang rincian pastinya belum diketahui saat ini. Israel mengatakan bahwa mereka telah mengajukan proposalnya sendiri dengan berkoordinasi dengan Amerika Serikat, yang juga telah menjadi penengah. Genosida Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan daerah kantong itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
- BNN Ingatkan Bahaya Whip Pink, Gas Tertawa Bukan untuk Gaya Hidup
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Januari 2026, Mulai Pukul 05.00 WIB
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- UMK Bantul Naik, Disnakertrans Intensifkan Pengawasan Perusahaan
- Status Siaga Bencana Gunungkidul Diperpanjang hingga 31 Maret 2026
- BPKH Pastikan Dana Haji 2026 Aman Meski Rupiah Tertekan Dolar AS
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Selasa 27 Januari 2026
- Lonjakan Harga Emas Dorong Minat Investasi Warga DIY Awal 2026
- Rawan Penularan Virus Nipah, Thailand Perketat Skrining Penerbangan
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Selasa 27 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



