Advertisement
Pembunuhan Ibu di Ponorogo, Polisi Buru Anak Korban hingga Gunungkidul
Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI
Advertisement
Harianjogja.com, PONOROGO— Kepolisian terus memburu A, anak dari Nur Aini, 55, perempuan yang ditemukan meninggal dunia dengan luka parah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku pembunuhan tersebut diduga telah melarikan diri ke wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengungkapkan bahwa informasi keberadaan terduga pelaku diperoleh dari sejumlah petunjuk yang berhasil dihimpun aparat kepolisian. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi langsung melakukan pengejaran serta berkoordinasi dengan aparat keamanan di wilayah tujuan pelarian guna mempercepat proses penangkapan.
Advertisement
"Tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terduga pelaku menitipkan sepeda motor, tas, dan sejumlah barang yang dibawanya kepada seorang laki-laki. Barang-barang tersebut dititipkan dengan alasan akan melakukan perjalanan jauh,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Meski hingga kini keberadaan A belum berhasil ditemukan, AKP Imam menegaskan proses pengejaran akan terus dilakukan. Hal itu diperkuat dengan hasil identifikasi serta barang bukti yang mengarah pada dugaan kuat bahwa pelaku pembunuhan adalah salah satu anak korban berinisial A yang saat ini menghilang.
BACA JUGA
"Berdasarkan hasil penyelidikan sampai hari ini, benar bahwa terduga pelaku adalah anak korban yang berinisial A,” ungkapnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, kepolisian juga telah merampungkan proses autopsi dan visum luar terhadap jenazah Nur Aini. Autopsi dilakukan pada Senin (26/1/2026) dan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
AKP Imam menjelaskan, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan korban mengalami luka akibat benturan benda tumpul serta luka sayatan benda tajam di beberapa bagian tubuh. Luka paling fatal ditemukan di bagian leher dan kepala korban.
“Di bagian kepala terdapat luka sayatan dan luka akibat benturan benda tumpul. Di tangan juga ditemukan luka, serta di leher terdapat sayatan yang hampir memutus,” paparnya.
Ia menambahkan, dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur menyimpulkan penyebab kematian korban adalah luka sayatan di leher yang diduga kuat akibat senjata tajam, seperti pisau atau benda tajam lainnya.
Berdasarkan hasil autopsi tersebut, polisi memperkirakan peristiwa pembunuhan terjadi pada rentang waktu Sabtu pagi hingga sore hari, sebelum korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
"Di bagian leher ada luka sayatan benda tajam hingga nyaris putus lehernya," tambahnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus serta pengejaran intensif terhadap terduga pelaku pembunuhan, sembari mengumpulkan keterangan tambahan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Espos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
- BNN Ingatkan Bahaya Whip Pink, Gas Tertawa Bukan untuk Gaya Hidup
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
Advertisement
Capaian IKD Kulonprogo Masih 6 Persen, Keterbatasan Gawai Jadi Kendala
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Dijual, Ini Jadwal dan Tipsnya
- Satgas P2SP Ultimatum Kemenhub Tertibkan Pajak Kapal Asing
- Dua Gol Alex Martins Antar Dewa United Tekuk Arema FC 2-0
- Kulonprogo Siapkan Open Trip Terintegrasi dari YIA hingga Borobudur
- Biopori Jumbo Tekan Sampah Organik di Cokrodiningratan
- Sidang Ungkap Dana Hibah Pariwisata Dibahas Jelang Pilkada Sleman
- Santri Pesantren di Temanggung Aksi Sosial dan Tanam Pohon di TPA
Advertisement
Advertisement



