Advertisement

Prabowo Bahas Kerja Sama Kampus Inggris, Target 10 Universitas Baru

Newswire
Rabu, 28 Januari 2026 - 00:27 WIB
Sunartono
Prabowo Bahas Kerja Sama Kampus Inggris, Target 10 Universitas Baru Presiden Prabowo Subianto. ANTARA - Fathur Rochman

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Prabowo Subianto mematangkan rencana pembangunan 10 universitas baru di Indonesia melalui kerja sama dengan perguruan tinggi ternama Inggris Raya. Komitmen tersebut dibahas dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang digelar di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Rapat tersebut secara khusus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas unggulan di Inggris Raya, terutama untuk penguatan pendidikan kesehatan serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Selasa malam.

Advertisement

Dalam pembahasan rapat, Presiden Prabowo menyoroti perkembangan inisiatif pembangunan 10 kampus baru di bidang kesehatan dan STEM yang dirancang melalui kolaborasi strategis dengan universitas-universitas ternama Inggris Raya. Program ini menjadi bagian dari agenda transformasi pendidikan tinggi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melaporkan bahwa rencana kerja sama internasional tersebut memperoleh sambutan positif dari pihak mitra di Inggris Raya.

“Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra,” tulis unggahan tersebut.

Sejumlah pejabat negara tampak hadir dalam rapat terbatas tersebut. Berdasarkan foto yang diunggah, peserta ratas antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rencana pembangunan universitas-universitas baru ini sebelumnya telah disampaikan Presiden Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang berlangsung di Lancaster House, London, Inggris, Selasa (20/1). Dalam forum tersebut, Presiden menegaskan fokus pembangunan pendidikan tinggi pada bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.

Pendirian 10 universitas baru tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan nasional akan tenaga dokter dan tenaga medis yang hingga kini masih terbatas. Presiden menilai kapasitas produksi dokter nasional belum sebanding dengan kebutuhan jangka panjang.

“Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun,” kata Presiden.

“Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” imbuhnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan keinginan pemerintah untuk memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka Inggris yang telah memiliki rekam jejak kolaborasi dengan berbagai universitas di Indonesia.

“Kita ingin mengajak kerja sama nanti. Mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi,” ujarnya.

Dalam skema kerja sama tersebut, Presiden menginginkan agar universitas-universitas baru yang dibangun di Indonesia menerapkan standar pendidikan tinggi Inggris, baik dari sisi kurikulum, tata kelola, maupun kualitas akademik.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa kampus-kampus baru tersebut akan merekrut lulusan-lulusan terbaik dari dalam negeri yang akan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Selain itu, Indonesia juga membuka peluang bagi dosen dan profesor dari luar negeri untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi nasional.

Presiden menilai kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi dan kesehatan menjadi kunci peningkatan kualitas layanan publik. Dengan dukungan mitra global, Prabowo optimistis universitas-universitas baru tersebut sudah dapat mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo 28 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000

Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo 28 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000

Jogja
| Rabu, 28 Januari 2026, 00:57 WIB

Advertisement

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Wisata
| Selasa, 27 Januari 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement