Prabowo-Gibran Siapkan 26 Proyek Hilirisasi, Serap 37.833 Tenaga Kerja
Pemerintahan Prabowo-Gibran menyiapkan 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun dan menargetkan penyerapan 37.833 tenaga kerja.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kapal berisi sembilan nelayan yang berlayar pantai selatan Kota Tongyeong di Korea Selatan tenggelam pada Sabtu (9/3/2024). Dua di antaranya ditemukan tak sadarkan diri dan tujuh orang hilang. Sebagian besar nelayan adalah warga negara Indonesia (WNI).
Sebanyak sembilan anggota kru, termasuk tujuh Warga Negara Indonesia, berada di dalamnya ketika kapal seberat 29 ton terbalik pada pagi hari di perairan yang terletak sejauh 68 kilometer di selatan pulau daerah Tongyeong, Provinsi Gyeongsang Selatan, demikian lapor Yonhap News mengutip petugas Patroli Pantai.
Baca Juga
Perahu Hantam Tebing Saat Cuaca Berkabut di Gunungkidul, 1 Nelayan Meninggal Dunia
Kapal Wisata Jenis Phinisi Tenggelam di Pantai Pink Pulau Komodo
Kapal Berpenumpang 28 Orang Hilang Kontak di Perairan Mamuju
Dua anggota kru ditemukan tidak sadarkan diri di dalam kapal dan telah dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, operasi pencarian anggota lainnya masih dilakukan.
Otoritas Korea Selatan belum memberikan informasi tambahan mengenai kewarganegaraan dua kru lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintahan Prabowo-Gibran menyiapkan 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun dan menargetkan penyerapan 37.833 tenaga kerja.
BMKG memantau sisa sebaran asap karhutla di Banten. Simak 7 barang yang perlu disiapkan di rumah untuk mengurangi paparan asap.
Belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Menhaj mendorong UMKM daerah memanfaatkan peluang ekonomi haji dan umrah.
Disnakertrans Bantul mengukur ulang pekerjaan padat karya di 124 lokasi untuk memastikan hasil sesuai desain sebelum pembayaran upah pekerja.
Kemenhub mencatat 5.179 kali water bombing karhutla sejak April 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan domestik terdampak sejak 11 Agustus.
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.