Kabut Asap Meluas ke Sulawesi dan Maluku, Sejumlah Penerbangan Terdampak

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 21:17 WIB
Kabut Asap Meluas ke Sulawesi dan Maluku, Sejumlah Penerbangan Terdampak

Helikopter TNI AU dan gabungan melakukan bom air di lokasi karhutla di Banjarbaru, Selasa (25/8/2026). Antara/Firman\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat operasi pengeboman air atau water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dilakukan sebanyak 5.179 kali sejak 20 April hingga 16 Oktober 2026. Operasi tersebut melibatkan 38 pesawat udara dari 11 operator.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan penanganan karhutla melalui operasi udara terus berjalan hingga pertengahan Oktober 2026. Dukungan operasional juga diberikan oleh bandar udara di wilayah terdampak. “Bandar udara di wilayah terdampak mendukung operasi tersebut dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter water bombing, prioritas slot penerbangan, dan posko monitoring karhutla,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Kemenhub Koordinasikan Dukungan Operasi Water Bombing
Selain menyediakan area parkir pesawat dan helikopter, bandar udara di wilayah terdampak turut mendukung operasi karhutla melalui pendataan sumber air dan ketersediaan bahan bakar.
Lukman menjelaskan Kemenhub melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I–X terus berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi penanganan karhutla sekaligus menjaga keselamatan penerbangan di tengah dampak kabut asap.

Sebanyak 2.458 Penerbangan Domestik Terdampak Karhutla
Di sisi lain, kabut asap akibat karhutla juga berdampak terhadap operasional penerbangan berjadwal dalam negeri. Kemenhub mencatat sebanyak 2.458 penerbangan domestik terdampak sejak 11 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan (delay). Kemudian, 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed).
Selain itu, sebanyak 22 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain (divert), enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 26 penerbangan dimajukan jadwalnya (advance).
Dampak tersebut menunjukkan kabut asap tidak hanya menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga memengaruhi kelancaran perjalanan udara.

Kabut Asap Meluas hingga Sulawesi dan Maluku
Lukman menjelaskan bahwa selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara. Sebelumnya, dampak kabut asap juga terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, Papua, dan Sumatra.
“Asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan. Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Penurunan jarak pandang di sekitar bandar udara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan operasional penerbangan. Karena itu, penanganan dampak kabut asap perlu disertai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Kemenhub Minta Bandara Perkuat Mitigasi Kabut Asap
Untuk mengantisipasi dampak karhutla, Lukman meminta penyelenggara bandar udara di wilayah terdampak menerapkan sejumlah langkah mitigasi.
Langkah tersebut meliputi penerapan prosedur jarak pandang rendah atau low visibility procedures (LVP) bersama AirNav Indonesia dan BMKG, penerbitan Notice to Airmen (NOTAM), serta peningkatan kesiagaan operasional di sisi udara.

“Penyelenggara bandar udara juga diminta mengoptimalkan pelayanan penumpang di terminal, termasuk informasi penerbangan dan penyediaan masker,” katanya.
Kemenhub menekankan bahwa setiap keputusan operasional penerbangan di wilayah terdampak kabut asap harus tetap mengutamakan keselamatan. Sementara itu, dukungan bandar udara dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk membantu operasi penanganan karhutla.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online