Prabowo-Gibran Siapkan 26 Proyek Hilirisasi, Serap 37.833 Tenaga Kerja
Pemerintahan Prabowo-Gibran menyiapkan 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun dan menargetkan penyerapan 37.833 tenaga kerja.
Presiden Prabowo Subianto./BPMI Sekretariat Presiden\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 65,2% responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berdasarkan hasil survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI). Angka tersebut terdiri dari 62,3% responden yang mengaku puas dan 2,9% yang menyatakan sangat puas.
Hasil survei tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam peluncuran Survei Nasional bertajuk "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Jakarta, Minggu (18/10/2026). Survei melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Adi menjelaskan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden dapat dilihat dari berbagai karakteristik responden. Aspek yang dianalisis meliputi wilayah tempat tinggal, usia, gender, agama, suku, tingkat pendidikan, kesejahteraan, profesi, hingga pilihan politik dalam Pemilihan Presiden 2024.
Kepuasan di Luar Jawa Lebih Tinggi
Berdasarkan sebaran wilayah, Kalimantan dan Sulawesi mencatat tingkat kepuasan tertinggi terhadap kinerja Prabowo, yakni 81,3%. Berikutnya, kawasan Bali, Nusa Tenggara, dan Indonesia Timur mencatat 70,9%.
Sementara itu, tingkat kepuasan di Sumatra mencapai 63,1%, sedangkan wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat berada di angka 65,5%. Adapun Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta mencatat tingkat kepuasan sebesar 57,6%.
Jika dikelompokkan berdasarkan Pulau Jawa dan luar Jawa, sebanyak 70,1% responden di luar Jawa mengaku puas terhadap kinerja Presiden. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan responden di Pulau Jawa yang mencapai 61,4%.
Perbedaan juga terlihat berdasarkan karakteristik wilayah tempat tinggal. Sebanyak 70,2% responden di pedesaan menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara itu, tingkat kepuasan di perkotaan tercatat sebesar 61,4%.
Kelompok Kesejahteraan dan Pendidikan
Hasil survei PPI menunjukkan tingkat kepuasan berbeda menurut kategori kesejahteraan responden. Kelompok lower class mencatat tingkat kepuasan tertinggi sebesar 75,3%.
Berikutnya, tingkat kepuasan pada kelompok lower middle mencapai 64,1%, middle-middle sebesar 61%, upper middle 35,5%, dan upper class sebesar 25%.
Dari sisi pendidikan, responden yang tidak tamat SD atau tidak pernah bersekolah mencatat tingkat kepuasan sebesar 79,3%. Responden lulusan SD mencapai 74,9%, lulusan SMP 64,3%, serta lulusan SMA/SMK 62,4%.
Adapun tingkat kepuasan di kalangan responden yang menamatkan pendidikan perguruan tinggi tercatat sebesar 43,2%.
Petani Catat Kepuasan Tertinggi Berdasarkan Profesi
PPI juga memetakan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden berdasarkan pekerjaan responden. Kelompok petani mencatat angka tertinggi, yakni 76,3%.
Kelompok PNS dan pengurus RT/RW atau aparat desa masing-masing mencatat tingkat kepuasan sebesar 75%. Berikutnya, ibu rumah tangga mencapai 69,4%, pengemudi ojek atau transportasi daring 62,5%, dan pensiunan 61,3%.
Sementara itu, tingkat kepuasan di kalangan buruh kasar atau pekerja serabutan tercatat 59,8%, karyawan swasta 58,6%, serta wiraswasta atau pedagang 55,7%.
Untuk kelompok guru sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA serta nelayan, tingkat kepuasan masing-masing mencapai 50%. Responden yang masih sekolah atau kuliah mencatat 48,6%, sedangkan kelompok profesional, seperti dokter dan pengacara, berada di angka 33%.
Kepuasan Berdasarkan Pilihan Politik Pilpres 2024
Survei PPI turut melihat tingkat kepuasan berdasarkan pilihan politik responden pada Pilpres 2024. Sebanyak 73,4% responden yang memilih pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming menyatakan puas terhadap kinerja Presiden.
Di kelompok pemilih pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md, tingkat kepuasan tercatat sebesar 58,1%. Sementara itu, sebanyak 45,3% responden yang memilih pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menyatakan puas.
Perbedaan angka tersebut menggambarkan variasi tingkat kepuasan di antara kelompok responden berdasarkan pilihan politik mereka pada pemilihan presiden sebelumnya.
Metode Survei PPI
Survei Nasional PPI mengenai evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.
Responden merupakan penduduk berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Mereka tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa atau kelurahan.
PPI menyatakan survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error sebesar 2,83%. Hasil survei ini merupakan gambaran jawaban responden yang diwawancarai dalam periode pengumpulan data tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintahan Prabowo-Gibran menyiapkan 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun dan menargetkan penyerapan 37.833 tenaga kerja.
Stok Pertalite turun dari 20–23 hari menjadi 16–18 hari. Pengamat mendesak pemerintah memperkuat cadangan dan mengawasi penyaluran BBM.
Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte meninggal dunia pada 18 Oktober 2026. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan di TMPNU Cikeas.
PSS Sleman bermain imbang 2-2 melawan Persebaya. Pieter Huistra menilai intensitas dan semangat juang tim di sepak bola Indonesia makin tinggi.
Tim RISPRO LPDP–Diktilitbang PP Muhammadiyah mempresentasikan SIGUMI untuk memperkuat komunikasi risiko dan mitigasi bencana di kawasan wisata gunung api.
Penyaluran bansos melalui KDKMP di Magelang masih dimatangkan. Stok dan kelengkapan barang menjadi kendala operasional koperasi.