Toko Mewah Dijarah saat Demo Meluas di Berbagai Kota Prancis

Reyhan Fernanda Fajarihza
Reyhan Fernanda Fajarihza Minggu, 18 Oktober 2026 14:07 WIB
Toko Mewah Dijarah saat Demo Meluas di Berbagai Kota Prancis

Ilustrasi demo buruh/Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA—Sejumlah toko barang mewah di Prancis dijarah saat demonstrasi besar-besaran melanda beberapa kota pada Sabtu (17/10/2026) waktu setempat. Gerai Rolex, Louis Vuitton, Hermès, hingga Apple Store dilaporkan menjadi sasaran, sementara kerusakan bangunan dan kebakaran turut mewarnai situasi di sejumlah lokasi.

Mengutip laporan France24, penjarahan terjadi di Marseille, Paris, Lille, dan Nice. Aksi tersebut berlangsung di tengah protes yang dipicu penurunan daya beli masyarakat, lonjakan harga bahan bakar, serta kemarahan publik atas dugaan kekerasan polisi terhadap pelajar yang berunjuk rasa.

Di Marseille, sejumlah gerai barang mewah, termasuk Hermès, menjadi sasaran. Toko lain yang menjual perhiasan, pakaian, kosmetik, dan peralatan rumah tangga juga dilaporkan dijarah. Bahkan, toko roti turut menjadi sasaran aksi tersebut.

Pemadam kebakaran setempat dilaporkan turun tangan untuk memadamkan api yang muncul di sebuah toko sepatu. Sementara itu, video yang memperlihatkan kondisi gerai berantakan setelah penjarahan beredar di media sosial, termasuk X atau Twitter.

Akun media alternatif Prancis @ImpactMediaFR juga mengunggah laporan mengenai penjarahan gerai Rolex dan Louis Vuitton di Marseille. “Gerai Rolex dan Louis Vuitton di Marseille telah dijarah,” demikian unggahan akun tersebut, dikutip pada Minggu (18/10/2026).

Kerusakan Toko dan Bangunan di Paris

Di Paris, kerusakan dilaporkan terjadi di sekitar alun-alun République. Kaca depan sebuah toko produk perawatan kulit rusak. Para penjarah kemudian melemparkan produk-produk kecantikan kepada puluhan orang yang berkumpul di luar toko.

Sebuah toko telekomunikasi juga dibobol. Setelah itu, para penjarah melemparkan telepon seluler ke arah kerumunan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada pertokoan. Monumen utama di République dipenuhi coretan grafiti, sedangkan batu-batu trotoar di sekitarnya dicongkel. Sebuah bar bernama La Barrique bahkan dilalap api.

Laporan lain menyebutkan sekelompok pemuda membobol supermarket di dekat lokasi tersebut. Mereka mengambil botol minuman beralkohol dan kaleng minuman untuk dilemparkan ke arah petugas kepolisian.

Di Lille, wilayah utara Prancis, sejumlah toko turut dirusak. Wali Kota Lille dari Partai Sosialis, Arnaud Deslandes, menyebut para penjarah sempat membobol Apple Store di pusat kota.

Sementara itu, di Nice, wilayah selatan Prancis, beberapa toko juga dijarah. Sasaran aksi di kota tersebut antara lain gerai pakaian olahraga dan sebuah diler sepeda motor.

Daya Beli Turun dan Harga Bahan Bakar Melonjak

Demonstrasi besar-besaran tersebut berlangsung ketika daya beli masyarakat Prancis dilaporkan merosot sejak 2024. Situasi semakin memicu kemarahan publik setelah harga bahan bakar melonjak tajam menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran pada awal 2026.

Dalam beberapa pekan terakhir, kemarahan masyarakat juga meningkat akibat dugaan tindakan brutal kepolisian terhadap pelajar sekolah menengah yang tengah berunjuk rasa.

Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu meliburkan seluruh kegiatan belajar di sekolah menengah atas (SMA) hingga akhir pekan. Keputusan itu diambil setelah aksi protes pelajar meluas ke sejumlah kota dan melibatkan ratusan ribu pelajar serta aktivis.

Mengutip Al Jazeera pada Rabu (7/10/2026), kebijakan peliburan tersebut berkaitan dengan tuntutan demonstran agar pemerintah memperbaiki sistem pendidikan.

Meluasnya demonstrasi dan penjarahan di sejumlah kota menunjukkan situasi protes di Prancis tidak hanya berdampak pada aktivitas publik, tetapi juga menimbulkan kerusakan terhadap pertokoan dan bangunan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online