Suporter PSS Sleman Kecelakaan di Tol Madiun, Ini Penjelasan Manajemen
Manajemen PSS Sleman mengonfirmasi kecelakaan rombongan suporter di Tol Madiun KM 616 saat menuju Surabaya. Identitas dan jumlah korban masih diverifikasi.
Ilsutrasi, Petugas membawa ompreng MBG sebelum dibagikan kepada siswa di kompleks Madrasah Ibtidayyah Negeri (MIN) 11 Aceh Barat Desa Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (21/9/2026)./Antara-Syifa Yulinnas
Harianjogja.com, JAKARTA—Realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp153,2 triliun hingga 30 September 2026. Nilai tersebut setara dengan 66,9% dari pagu efektif sebesar Rp229 triliun yang dialokasikan pemerintah untuk program pemenuhan gizi nasional sepanjang tahun ini.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menyampaikan capaian tersebut dalam keterangan tertulis pada Minggu (18/10/2026).
"Per 30 September 2026, realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun, atau sekitar 66,9 persen dari pagu efektif Rp229 triliun," tulis Bakom RI.
Pemerintah terus mendorong penyerapan anggaran untuk mendukung pemerataan pemenuhan gizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan di berbagai wilayah Indonesia.
Sejalan dengan realisasi anggaran tersebut, jumlah penerima manfaat MBG hingga akhir September 2026 dilaporkan mencapai 57 juta orang. Pelaksanaan program ini didukung oleh operasional 27.486 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
Pemerintah berencana memperluas cakupan Program MBG pada tahun anggaran mendatang. Pada 2027, program tersebut ditargetkan menjangkau hingga 72.464.886 penerima manfaat.
Sasaran program mencakup peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia balita.
Bakom RI menyatakan perluasan cakupan akan diiringi dengan upaya memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program.
"Dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah terus memperluas jangkauan sekaligus memperketat standar keamanan pangan," pungkas Bakom RI.
Perluasan target penerima manfaat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan jangkauan program pemenuhan gizi nasional.
Berdasarkan catatan Bisnis, Badan Gizi Nasional (BGN) memperoleh alokasi anggaran indikatif sebesar Rp240,20 triliun untuk 2027.
Dari total anggaran tersebut, sekitar 97% atau Rp232,87 triliun direncanakan untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, sekitar 3% atau Rp7,33 triliun dialokasikan untuk dukungan manajemen (Dukman).
Besarnya alokasi tersebut menunjukkan porsi dominan program MBG dalam anggaran indikatif BGN tahun depan. Pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program menjadi aspek penting seiring dengan rencana perluasan jumlah penerima manfaat.
Di tengah besarnya anggaran yang dialokasikan, Kepala BGN Sudaryono menyatakan pihaknya akan memprioritaskan pembenahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelum membuka dapur baru.
Menurut Sudaryono, pembenahan tata kelola menjadi fokus BGN dalam waktu dekat. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengutamakan kualitas pelaksanaan program dibandingkan sekadar menambah jumlah fasilitas.
“Sekarang ini kami fokus quality over quantity. Sehingga izinkan kami satu dua bulan ini betul-betul kami bereskan ya, dari sisi tata kelolanya,” tutur Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (17/9/2026).
Pembenahan SPPG menjadi perhatian seiring dengan perluasan target penerima manfaat MBG pada 2027. Selain meningkatkan jangkauan, pemerintah juga menyatakan akan memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Manajemen PSS Sleman mengonfirmasi kecelakaan rombongan suporter di Tol Madiun KM 616 saat menuju Surabaya. Identitas dan jumlah korban masih diverifikasi.
Belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Menhaj mendorong UMKM daerah memanfaatkan peluang ekonomi haji dan umrah.
Disnakertrans Bantul mengukur ulang pekerjaan padat karya di 124 lokasi untuk memastikan hasil sesuai desain sebelum pembayaran upah pekerja.
Kemenhub mencatat 5.179 kali water bombing karhutla sejak April 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan domestik terdampak sejak 11 Agustus.
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.
Realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026. Program ini menjangkau 57 juta penerima manfaat dengan target 72,4 juta pada 2027.