Rusia Kirim Kapal Tanker Pertama Minyak untuk Pasar Global

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 14:37 WIB
Rusia Kirim Kapal Tanker Pertama Minyak untuk Pasar Global

Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik

Harianjogja.com, MOSKOW—Rusia menyatakan kapal tanker pertama yang mengangkut minyak untuk pasar global telah diberangkatkan dari pelabuhan Dikson di kawasan Arktik pada Sabtu (17/10). Pemerintah Moskow mengklaim tidak menghadapi kendala dalam menjual minyaknya karena banyak negara berminat menjadi pembeli.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyampaikan informasi tersebut dalam acara bincang-bincang politik Solovyov Live. Menurut dia, pengiriman minyak itu menjadi bagian dari upaya Rusia memasok kebutuhan pasar internasional.

“Saya mengetahui bahwa kapal tanker pertama telah dimuat dan diberangkatkan dari pelabuhan di Dikson,” kata Novak.

Dikson merupakan pelabuhan Arktik Rusia yang berada di pesisir Laut Kara, wilayah Krasnoyarsk.

Kesepakatan Pasokan Diesel Jadi Sorotan

Pengiriman tersebut berlangsung di tengah perhatian terhadap rencana pasokan bahan bakar Rusia ke pasar Amerika Serikat (AS) dan pasar global.

Pada 9 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan adanya kesepakatan pasokan diesel setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Berdasarkan kesepakatan itu, Moskow setuju menyediakan bahan bakar untuk pasar AS maupun pasar global.

Putin menilai pasokan diesel Rusia ke kedua pasar tersebut akan memberikan manfaat bagi perekonomian dunia. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkritik kesepakatan itu.

Zelenskyy memperingatkan pelonggaran pembatasan ekspor diesel Rusia berpotensi membantu mendanai upaya perang negara tersebut.

Rusia Sebut Pasokan Minyak Dunia Masih Kurang

Dalam pernyataan lebih lanjut, Novak menyebut pasar minyak saat ini menghadapi kekurangan pasokan sekitar 4–6 juta barel per hari. Kondisi tersebut, menurut dia, turut mendorong kenaikan harga minyak.

Novak mengatakan harga masih bertahan tinggi meskipun pasar mengharapkan adanya solusi. Dia memperkirakan harga dapat terus melonjak apabila situasi di Selat Hormuz tidak membaik.

“Jika peluang pasokan dari negara-negara Teluk Persia terbuka, menurut saya pasar akan kembali seimbang dalam waktu satu hingga satu setengah tahun,” tambah Novak.

Dia juga menilai kemampuan untuk memanfaatkan cadangan minyak demi menstabilkan pasar dunia “sudah hampir habis.”

Rusia Targetkan Pasokan Gas ke China dan Eropa

Selain minyak, Novak menyampaikan rencana Rusia memasok 39 miliar meter kubik gas ke China melalui pipa Power of Siberia. Kedua negara juga memiliki kesepakatan untuk meningkatkan kapasitas pasokan gas melalui jalur tersebut.

“Terdapat pula kesepakatan untuk meningkatkan kapasitas pasokannya menjadi 44 miliar meter kubik gas," katanya.

Novak turut menyinggung kemungkinan pemulihan pasokan gas Rusia ke Eropa melalui pipa Nord Stream. Menurut dia, penyaluran gas secara teknis masih dapat dilakukan apabila terdapat keputusan untuk memperbaiki pipa yang rusak.

“asalkan ada keputusan yang diambil terkait perbaikan pipa-pipa yang rusak tersebut.”

Dia menjelaskan tiga dari empat jalur Nord Stream tidak dapat beroperasi akibat serangan teroris dan ledakan. Sementara itu, satu jalur lainnya disebut masih utuh dan berpotensi digunakan untuk menyalurkan gas.

“Saat ini, tiga dari empat jalur tidak dapat beroperasi akibat serangan teroris dan ledakan. Satu jalur masih utuh, dan pasokan dapat disalurkan melaluinya. Namun, hal ini bergantung pada pihak konsumen, yakni mitra-mitra kita di Eropa,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online