Round-up Asian Games 2026: Karate Tambah Perunggu untuk Indonesia
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Peluru kendali dipamerkan dalam parade militer Tentara Rakyat Korea di Pyongyang, Korea Utara, 15 April 2017. (Xinhua/Cheng Dayu)
Harianjogja.com, SEOUL—Korea Utara (Korut) berencana memanfaatkan teknologi Industri 4.0 yakni kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan memperluas penerapannya di berbagai bidang, termasuk untuk militer.
Harian utama Korut, Rodong Sinmun, pada 24 Desember melaporkan persaingan global di bidang sains dan teknologi semakin ketat, seperti penggunaan AI di bidang pendidikan dan peningkatan pemanfaatan teknologi realitas virtual (virtual reality/VR) dan realitas berimbuh (augmented realityAR).
Stasiun Penyiaran Pusat Korea, jaringan radio yang dikelola pemerintah Korut, pada November tahun lalu mengatakan negara-negara lain secara aktif menggunakan AI untuk meningkatkan produksi pertanian.
Tahun lalu, Televisi Pusat Korea milik pemerintah Korut juga menyiarkan rekaman video yang menunjukkan program pendidikan berbasis VR yang baru dikembangkan. Program itu memungkinkan pengguna mempelajari sejarah dan budaya Korut pada sekitar abad ke-3 dan ke-4 SM.
Baca Juga
Kim Jong-un Sebut Korea Selatan Jadi Musuh Utama
Terjerat Kesulitan Ekonomi, Korea Utara Bakal Perbatasan
Militer Korea Selatan Mendeteksi Penembakan Rudal Balistik oleh Korea Utara
Media pemerintah Korut sepertinya sedang memperkenalkan tren global tentang teknologi baru dalam upaya mencari cara memperluas penggunaannya di bidang pertanian dan pendidikan.
Namun, negara terisolasi itu kemungkinan juga mencoba menggunakannya di bidang militer.
Kim Hyuk, peneliti Pusat Studi Nonproliferasi James Martin di Institut Studi Internasional Middlebury, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa para peneliti Korut telah menerapkan AI dan pembelajaran mesin (ML) untuk "aplikasi sensitif, seperti permainan perang dan pengawasan, serta melanjutkan kolaborasi ilmiah dengan ilmuwan asing hingga saat ini."
Dalam laporan yang dipublikasikan oleh 38 North, situs pemantau Korut di Amerika Serikat, Kim berkata, "Lingkungan permainan perang yang disusun Korea Utara mungkin merupakan konflik nyata pada tingkatan taktis yang melibatkan senjata artileri."
Menurut Kim, mengingat teknologi AI/ML dapat ditransfer melalui cara-cara yang tidak berwujud (intangible), penting untuk memantau aktivitas Korut dan menerapkan langkah-langkah untuk memitigasi potensi risiko sanksi pada sektor akademis dan swasta, jika diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.