Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Asosiasi Pekerja Televisi (APT) mengusulkan Moeldoko dan Gibran Rakabuming Raka menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) pada Pemilu 2024 di Jakarta. Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Asosiasi Pekerja Televisi (APT) mengusulkan tokoh nasional, Moeldoko dan Gibran Rakabuming Raka pantas untuk bersanding menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) pada Pemilu 2024.
Ketua APT, Candra NZ mengatakan, pihaknya mengusulkan Moeldoko-Gibran untuk maju pada Pilpres 2023 mendatang dengan alasan keduanya mempunyai rekam jejak dan kemampuan yang baik dalam kiprah di pemerintahan dan bisa diterima masyarakat.
“Itulah dasarnya hari ini, saya menyampaikan Asosiasi Pekerja Televisi mengajukan Bapak Moeldoko sebagai Calon Presiden dan Mas Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden,” ujarnya dalam keterangan pada Rabu (18/10/2023).
BACA JUGA: Jadi Cawapres Ganjar, Mahfud MD Siapkan Strategi Berantas Korupsi
APT memunculkan dua sosok tersebut, lanjutnya, berdasarkan hasil pengamatan terhadap aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan dunia televisi. Mulai pemirsa, pemilik dan pekerja production House (PH), dan para pengisi acara televisi dari berbagai profesi seperti narasumber berita, talkshow, artis, pelawak, selebritis, hingga para pembawa acara.
Selain itu, lanjut Candra, ada keraguan besar terutama terhadap ketiga calon presiden yang muncul saat ini. Pasalnya para kandidat capres saat ini dianggap memiliki rekam jejak yang kurang baik. Selain itu, masyarakat mengambil risiko masa depan bangsa yang cukup besar jika tetap memilih para bakal calon tersebut.
Berdasarkan kenyataan di tengah masyarakat itu, ujar dia, APT menilai adanya kesan yang kuat terjadi kebuntuan imej terhadap capres yang dinilai mampu membawa Indonesia menjadi negara yang makmur, sejahtera, aman, damai, dan maju.
“Untuk itu, perlu terobosan, break through, dan kajian kami sampai pada satu pasangan calon yang dari segala segi jauh lebih tepat, yang terbaik, Moeldoko dan Gibran!” tukasnya.
BACA JUGA: Gibran Rakabuming Tetap Kader PDIP, Hasto Kristiyanto: Iya Dong
APT berharap aspirasi ini tidak hanya didengar seluruh masyarakat, tetapi juga para pimpinan partai politik (Parpol) sebagai bahan pertimbangan sebelum mendaftarkan capres-cawapres. "Saat ini terdapat sekitar puluhan ribu pekerja, yang sekitar 9.000 di antaranya bekerja untuk stasiun televisi nasional dan juga di stasiun televisi lokal seluruh Indonesia," ujar Candra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.