4 Ancaman Terbaru Donald Trump kepada Iran, Selat Hormuz Jadi Sorotan
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Seorang pria Palestina berdebat dengan tentara Israel ketika penghancuran rumah seorang Palestina atas perintah pasukan Israel saat ia mencoba menghentikan penghancuran tersebut di desa Biet Ula Tepi Barat, barat Hebron, Kamis (21/1)./Reuters
Harianjogja.com, SOLO—Tugas tentara muslim di militer Israel cukup berat dan seringkali bertaruh nyawa. Alasannya, para tentara muslim Israel ini ditugaskan di perbatasan.
Warga muslim Arab Saudi ramai-ramai mendaftar Pasukan Pertahanan Israel atau IDF sejak 2018 lalu.
Jumlah mereka yang direkrut meningkat hampir dua kali lipat dalam dua tahun, dari 84 orang pada tahun 2018 menjadi 171 orang pada tahun 2020.
BACA JUGA: Mendag Lobi India Buka Keran Ekspor Beras Nonbasmati
Pada tahun 2017, hanya 45 orang yang direkrut ke dalam unit tersebut. Mengingat peningkatan tersebut, IDF kini membuka dua peleton untuk pelatihan dasar untuk setiap wajib militer.
Dilansir dari Israel Times, tugas warga Muslim di militer Israel ini cukup berat dan berbahaya. Kebanyakan dari mereka akan ditugaskan di Batalyon Pengintai Gurun dari Brigade Givati.
Unit ini telah memainkan peran sentral dalam menetralisir ancaman terhadap Israel dari Gaza selama bertahun-tahun.
Sebagai militer muslim, para tentara dari Arab Badui ini memiliki kedekatan dengan kedua belah pihak, baik dari Gaza ataupun dari Israel. Oleh sebab itu, mereka dianggap paling pas ditempatkan di perbatasan.
Israel dikenal sebagai kelompok yang rasis, namun hal tersebut ternyata tidak berlaku bagi tentara muslim yang bergabung dengan IDF.
Sersan Yusef Abu Saluta membagikan kisahnya sebagai tentara muslim yang bertugas di militer Israel.
Kepada Israel Times Sersan Yusef mengatakan bahwa dirinya tak pernah dipandang sebelah mata oleh tentara Israel lainnya. Mereka tidak peduli dengan layar belakang orang lain asal fokus pada pekerjaan dan tanggung jawab.
"Saya kira tidak ada perbedaan. Tidak peduli apa latar belakang dan agama Anda. Yang penting kita semua ada di sini untuk berkontribusi dan melindungi negara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.