Harga Beras Meroket Lagi, Ini Penyebabnya
Harga beras kembali melambung pada paruh kedua 2024 setelah sebelumnya sempat menurun. Perum Bulog pun menjelaskan penyebab tingginya harga beras.
Buruh pelabuhan menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal kargo di Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (5/1/2023)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah India diminta untuk memberikan relaksasi kebijakan larangan ekspor beras nonbasmati ke Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas) saat bertemu pengusaha eksportir beras India atau The Rice Exporters Association CG (TREACG) di sela-sela Pertemuan Perdagangan dan Investasi G20 di Jaipur, India.
Untuk diketahui, India telah menutup keran ekspor beras nonbasmati sejak 20 Juli 2023 sebagai upaya mengamankan pasokan beras dalam negeri akibat cuaca buruk yang melanda negara tersebut.
"Saya berpandangan kebijakan tersebut tidak sesuai dengan komitmen India sebagai salah satu sumber utama untuk ketahanan pangan dunia, khususnya beras," kata Zulhas dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (27/8/2023).
BACA JUGA: Bapanas: Impor Beras Jadi Pilihan Pahit yang Terpaksa Dipilih
Zulhas pun mendorong asosiasi eksportir beras India agar meningkatkan kerja sama pangan dengan Indonesia. Terutama melanjutkan komunikasi dengan Bulog untuk menyiapkan akses pasar beras India di Indonesia lebih luas secara business to business (B to B).
Menurut Zulhas, hal tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas stok beras nasional dalam negeri di tengah ancaman kekeringan karena dampak El Nino.
"Saya juga mendorong agar TREACG dapat terus berkoordinasi dengan pelaku usaha beras Indonesia," tutur Zulhas.
Berdasarkan catatan Bisnis, Kamis (24/8/2023), Sekretaris Departemen Perdagangan dan Industri India, Rajesh Agrawal, menjelaskan kondisi faktual di negaranya yang membawa mereka menutup ekspor beras nonbasmati.
Agrawal menyebut bahwa musim hujan di India tidak bisa diprediksi. Ketidakpastian cuaca membuat produksi padi mereka pada musim panen Oktober 2023 juga tidak dapat diperkirakan dan berisiko mengalami penurunan.
Di sisi lain sektor pertanian juga sangat bergantung pada musim hujan. Apalagi padi merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air.
Sementara itu, India juga memiliki populasi penduduk yang sangat besar. Bahkan 46 persen penduduknya bergantung pada produk pertanian yang dihasilkan negaranya.
"Jadi jika musim hujan tidak bagus, hal ini berdampak pada produksi beras tahun ini," kata Agrawal dalam wawancara terbatas di pertemuan menteri ekonomi Asean (AEM) di Semarang, Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga beras kembali melambung pada paruh kedua 2024 setelah sebelumnya sempat menurun. Perum Bulog pun menjelaskan penyebab tingginya harga beras.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.