Advertisement

Subsidi Motor Listrik Ternyata Hanya untuk Pelanggan 450-900 VA, Ini Respons PLN

Afiffah Rahmah Nurdifa
Sabtu, 11 Maret 2023 - 13:47 WIB
Bhekti Suryani
Subsidi Motor Listrik Ternyata Hanya untuk Pelanggan 450-900 VA, Ini Respons PLN Ilustrasi kendaraan listrik. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menanggapi keresahan terkait kebijakan insentif motor listrik yang terbatas untuk pelanggan rumah tangga 450-900 VA.

Sebagai informasi, pemerintah memberikan subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta per unit mulai 20 Maret 2023 dengan ketentuan yang berlaku.

Advertisement

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa keresahan akan keandalan listrik di rumah pelanggan dengan daya 450-900 VA tak perlu dikhawatirkan, sebab pihaknya tengah berupaya memperluas infrastruktur stasiun pengisian baterai kendaraan listrik.

"Untuk 900 VA cukup karena minimumnya kami sudah cek 500 sekian watt, jadi 900 VA cukup. Tapi untuk 450 VA kami bekerja sama dengan manufaktur dengan menambah SPLU bekerja sama dengan PLN," kata Darmawan, Jumat (10/3/2023).

Dia meyakini dengan kehadiran Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang saat ini tersedia lebih dari 6.700 unit akan mampu mengatasi transisi kendaraan bahan bakar minyak ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Apalagi, pada tahun ini pihaknya menargetkan akan menambah SPKLU menjadi 12.000 unit. Selain itu, PLN bersama stakeholders terkait menyediakan 1.000 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik (SPBKLU) dan 600 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Jadi, kita bekerja sama dengan pabrikan disini dan sudah membangun SPBKLU, ada 1.000 SPBKLU di mana kita juga menyiapkan di kantor cabang dan ranting PLN, satu per satu kita bangun untuk membangun ekositem agar penggunaan motor lebih mudah," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya membuka kerja sama dengan berbagai mitra untuk menambah infrastruktur pengisian daya baterai kendaraan listrik melalui mekanisme franchising atau waralaba.

"Untuk ke depannya motor listrik ini ada dua sistem, pertama charging biasa yang bisa dilakukan di rumah di malam hari atau di SPLU juga bisa, tetapi juga ada yang swap atau SPBKLU," tuturnya.

BACA JUGA: Terdakwa Pembunuhan Pengusaha Jogja Morgan Onggowijaya Bantah Jadi Pelaku, Bakal Hadirkan Bukti Forensik

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan subsidi motor listrik akan diutamakan untuk UMKM, khususnya penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Selain itu, pelanggan listrik 450-900 VA juga masuk daftar atas skala prioritas penerima subsidi motor listrik Rp7 juta dari pemerintah.

"Target penerima bantuan ini diutamakan UMKM, khsusunya penerima KUR dan penerima BPUM dan juga bisa pelanggan 450-900 VA. Hal ini untuk mendorong produktivitas usaha pelaku UMKM," ujar Febrio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Darurat Sampah Membayangi Bantul, Pemkab Bantul Tetap Optimistis Bersih Sampah 2025 Tercapai

Bantul
| Jum'at, 19 Juli 2024, 20:57 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement