Advertisement

Petani Milenial Magelang Daftarkan Anggrek Pramodhawardhani di Inggris

Nina Atmasari
Kamis, 16 Februari 2023 - 18:17 WIB
Budi Cahyana
Petani Milenial Magelang Daftarkan Anggrek Pramodhawardhani di Inggris Bobby Purnomo dengan tanaman anggreknya di rumah anggrek Dusun Godegan Desa Jamuskauman Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG—Berawal dari kecintaan terhadap tanaman anggrek, Bobby Purnomo berhasil mendaftarkan tanaman anggrek bernama Dendrobium Pramodhawardhani di Royal Horticultural Society di London, Inggris.

Petani milenial asal Dusun Godegan Desa Jamuskauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, bukanlah ilmuwan. Latar belakang pendidikannya adalah sarjana komputer.

Advertisement

"Tapi saya suka memelihara tanaman anggrek, sejak SMA saya mulai menyukainya dan membudidayakannya," kata Bobby ketika ditemui Harian Jogja di rumah anggreknya, baru-baru ini.

Pemuda kelahiran 1986 ini membudidayakan anggrek berbagai kalangan dendrobium. Di rumah anggreknya, Bobby sudah berhasil membibitkan ribuan batang anggrek. Rupanya, dari kecintaannya merawat tanaman anggrek, ia berhasil membuat hibrida baru persilangan Dendrobium Ursula dan Dendrobium Christabella. Anggrek ini didaftarkan ke Royal Horticultural Society di London dengan nama Dendrobium Pramodawardhani.

"Dari proses saya terus menerus belajar, dari dua indukan itu, saya mencoba mengawinkan bunganya, hasilnya jadi buah. Itu yang saya kembangkan jadi bibit tanaman. Pengembangbiakannya harus dilakukan di laboratorium," katanya.

Ada tiga warna yang berbeda untuk jenis ini tetapi secara bentuk mirip. Keunikan anggrek ini adalah wangi. Banyak dari anggrek seperti ini yang tidak wangi, namun ketiga Dendrobium Pramodawardhani ini wangi.

Ukuran bunga jenis ini tidak terlalu kecil dengan tanduk tinggi, tegak dan melintir sehingga menambah kecantikan tanaman hias ini.

Rupanya, anggrek Dendrobium Pramodawardhani menjadi idola. Terbukti setelah mendapatkan register pada Desember 2022, jenis ini langsung menjadi best seller di rumah anggreknya. Dalam sebulan ia bisa menjual 100 batang bibit anggrek tersebut.

Ada misi khusus yang ingin disampaikan oleh Bobby dari pembuatan nama jenis anggrek baru yang didaftarkannya. Pramodawardhani merupakan nama ratu di Kerajaan Mataram Kuno. Ia adalah sosok yang meresmikan Candi Borobudur.

"Jadi saya mencoba mengangkat nama-nama dalam sejarah itu menjadi nama anggrek. Sebelumnya saya sudah meregisterkan Dendrobium Bumisambara, itu adalah nama terdahulu Candi Borobudur. Jadi saya runtutkan dulu sejarah yang kira-kira dekat dengan tempat tinggal saya di Magelang," katanya.

Pengembangan jenis baru terus dilakukan Bobby dengan mencoba menyilangkan berbagai jenis anggrek untuk menghasilkan hibrida baru. Dalam waktu dekat, ia pun akan meregisterkan lagi hibrida baru. Nantinya ia ingin bisa memberi nama yang berbau daerah sekitar tempat tinggalnya, misalnya Magelang Gemilang.

Bobby juga memberikan resep untuk merawat tanaman anggrek agar segera berbunga. Caranya adalah memindah tanaman anggrek ke tempat yang lebih panas. Tanaman itu juga bisa dibantu percepat dengan pemupukan khusus pembungaan.

Jika dirawat dengan baik, tanaman angrek akan berbunga terus menerus susul-menyusul. Seperti tanaman lain, ada hama yang mengancam tanaman anggrek.

"Yang harus diwaspadai adalah kalau beli anggrek yang dari hutan. Lebih baik membeli anggrek dari nursery karena aman lingkungannya. Kalau tanaman yang dari hutan ada kemungkinan membawa hama. Hama yang paling sering menyerang adalah kumbang gajah. Biasanya terbawa dari hutan. Kumbang ini melubangi batangnya, meninggali telur. Larva akan menggerogoti batang sehingga tanaman bisa mati," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Semester I/2024, Realisasi Investasi Gunungkidul Tembus Rp236 Miliar

Gunungkidul
| Jum'at, 19 Juli 2024, 21:57 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement