Advertisement
5 Gempa Paling Mematikan di Dunia, Korban Terbanyak Capai 830.000

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Korban tewas gempa Turki-Suriah telah mencapai angka yang fantastis yakni 33.000 orang, terbagi atas 29.605 di Turki dan 3.574 di Suriah.
Peristiwa tersebut menjadikannya gempa paling mematikan di Turki sejak 1939 dan tiga kali lebih dahsyat dari gempa Marmara di sebelah barat laut Turki pada tahun 1999 silam.
Advertisement
Gempa mematikan lainnya pernah terjadi di belahan bumi lain. Di mana saja gempa paling mematikan sepanjang masa? Simak rangkuman berikut diurutkan berdasarkan jumlah korban gempa:
1. Gempa Kashmir, Pakistan, 2005
Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter terjadi pada 8 Oktober 2005, di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan dan Provinsi Perbatasan Barat Laut (NWFP) Pakistan, turut melanda juga sejumlah wilayah di India dan Afganistan yang tak jauh dari pusat gempa.
Setidaknya terdapat 79.000 orang tewas serta lebih dari 32.000 bangunan runtuh di Kashmir, jika ditambah dengan korban jiwa dan kehancuran di India serta Afghanistan, menjadikannya salah satu gempa bumi paling mematikan dan merusak pada masa kini
Penderitaan bagi ratusan ribu korban selamat berlanjut karena menghadapi musim dingin yang saat itu akan datang disaat telah kehilangan tempat untuk berlindung.
2. Gempa Aceh, Indonesia, 2004
Indonesia pada tahun 2004 menambah catatan sejarah gempa paling mematikan sepanjang masa. Dengan kekuatan 9,1 magnitudo, gempa terjadi di lepas pantai Sumatera, Samudera Hindia, memicu tsunami yang menghantam kota Aceh bahkan sejumlah kota di negara lain seperti Malaysia Malaysia, Thailand, Maladewa, Burma, Sri Lanka, Bangladesh, India, bahkan Tanzania.
Jumlah korban jiwa akibat gempa tsunami ini mencapai 227.899 orang dan sekitar 200.000 orang tewas berasal dari Indonesia.
3. Gempa Tangshan, China, 1976
Dikenal pula sebagai Gempa Bumi besar Tangshan terjadi pada tanggal 28 Juli 1976, dini hari pukul 3.42 waktu setempat berkekuatan 7,8 magnitudo. Gempa yang melanda wilayah padat industri itu menewaskan 242.000 orang menurut laporan resmi namun korban sesungguhnya mungkin mencapai lebih dari 500.000 orang. Sebagian besar korban jiwa berasal dari orang-orang yang sedang tidur dan tertimpa reruntuhan rumah mereka.
Laporan dari media menyatakan sejumlah orang telah menyadari fenomena aneh beberapa hari sebelum terjadi gempa, seperti air sumur naik dan turun tiga kali sehari di sebuah desa luar kota Tangshan dan terjadi tanda-tanda retak.
Sedangkan malam sebelum gempa, banyak orang melaporkan melihat cahaya aneh diikuti suara keras. Pekerja di bandara Tangshan menggambarkan suara itu lebih keras dibandingkan suara pesawat terbang.
4. Gempa Port-au-Prince, Haiti, 2010
Port-au-Prince, Haiti pernah dilanda gempa beruntun pada 12 Januari 2010. Gempa pertama terjadi pada pukul 16:53 berkekuatan 7.0 magnitudo menerjang sekitar 25 km barat daya ibukota Haiti, Port-au-Prince kemudian terjadi dua gempa susulan berkekuatan 5,9 dan 5,5.
Berhari-hari gempa susulan terus terjadi termasuk gempa berkekuatan 5,9 melanda Petit Goâve, kota berjarak sekitar 55 km di sebelah barat Port-au-Prince. Gempa beruntun Port-au-Prince pun menyebabkan sekitar 316.000 orang meninggal dunia. Desain bangunan yang buruk serta kepadatan penduduk tinggi di sekitar pusat gempa menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa.
5. Gempa Shaanxi, China 1556
Jauh kembali ke masa 1550an tepatnya pada 23 Januari 1556, tercatat gempa paling mematikan sepanjang masa, mengguncang provinsi Shaanxi serta provinsi tetangga Shanxi, diperkirakan menewaskan sekitar 830.000 orang dimana sejumlah kabupaten kehilangan sekitar 60% dari populasinya.
Para ilmuwan yang baru mengembangkan skala Richter pada tahun 1930-an memperkirakan gempa bumi Shaanxi berkekuatan antara 8,0 hingga 8,3, meski tak sekuat gempa Aceh namun tak kalah merusak.
Gempa disebut juga sebagai Gempa Bumi Besar Jiajing sebab terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Jiajing di dinasti Ming. Catatan dari sejarah lokal menyatakan gempa berbeda dari yang lain, dimana gunung menjadi rata, banjir, dan kebakaran selama berhari-hari mengubah lanskap Shaanxi secara drastis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik 2025, Terjadi Peningkatan Jumlah Kendaraan di Tol Cipali
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
- Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Ancaman Gempa Dahsyat, Perkiraan Korban hingga 300 Ribu Orang
Advertisement

Sejak Lebaran, Hampir 50 Ribu Wisatawan Kunjungi Destinasi Wisata di Gunungkidul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- One Way dan Contraflow Bakal Diterapkan Saat Arus Balik, Ini Waktunya
- Jumlah Laka dan Korban Jiwa Saat Arus Mudik Lebaran Turun 30%
- Hingga H+1 Lebaran, Lebih dari 2,1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
- Senator Amerika Serikat Berpidato 25 Jam, Kecam Presiden Trump
- Awasi WNA di Indonesia, Pengelola Penginapan Wajib Laporkan Keberadaan Tamu Asing Lewat APOA
- Kementerian Kehakiman Korsel Beri WNI Ini Penghargaan Atas Aksi Heroiknya
- Kapan Prabowo Bertemu Megawati, Ini Kata Elite PDIP dan Gerindra
Advertisement
Advertisement