Advertisement

Ada Pulau Baru di Maluku, Begini Penjelasan BRIN

ST22
Rabu, 11 Januari 2023 - 17:37 WIB
Arief Junianto
Ada Pulau Baru di Maluku, Begini Penjelasan BRIN Fenomena pulau baru di Desa Teinaman kecamatan Tanimbar utara, pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Maluku. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Maluku pada Selasa (10/1/2023), tak hanya merusak 92 unit rumah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar terjadi pula fenomena munculnya pulau baru di Tanimbar.

Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eko Yulianto mengatakan fenomena tersebut terjadi akibat patahan gempa bumi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kemunculan pulau baru itu ditemukan oleh warga Desa Teinema, Kecamatan Wuar Labobar. Gundukan tanah di laut menyerupai pulau itu menimbulkan keresahan bagi warga desa yang kemudian memilih mengungsi untuk sementara waktu hingga ada penjelasan aman atau tidaknya dari pemerintah daerah.  

"Pembentukan pulau baru terjadi dalam istilah geologi disebut patahan, dimana proses pengangkatan penurunan daratan terjadi akibat mekanisme siklus gempa," ujarnya, dilansir dari Antara, Selasa (10/1/2023).

BACA JUGA: Geger! Muncul Pulau Baru Setelah Maluku Digunjang Gempa M 7,5

Dia melanjutkan pengangkatan dan penurunan daratan oleh mekanisme siklus gempa, disebabkan dua fase utama yakni inter seismic, fase awal gempa bumi dan fase coseismic, fase ketika gempa tektonik terjadi. "Seperti yang pernah terjadi pada kasus gempa tsunami Aceh 2004, munculnya pulau dengan ketinggian mencapai tiga meter," katanya.

Fenomena munculnya pulau baru di Tanimbar besar kemungkinan merupakan dasar laut dangkal yang tersentak gempa kemudian menyembul ke atas permukaan laut membentuk pulau baru.

"Untuk mengonfirmasi prosesnya seperti apa sebelum kejadian gempa bumi, kemungkinan masyarakat sudah mengamati apakah laut dangkal relatif dekat dengan permukaan air sehingga dengan sekali hentakan kejadian gempa, maka kemudian seolah-olah muncul menjadi pulau baru," katanya.

Pada prinsipnya, kata Eko, hampir seluruh kepulauan di Indonesia sebagian besar terbentuk karena proses tektonik dan vulkanik, mengakibatkan semua yang berada di bawah laut, dalam satu masa muncul ke atas permukaan laut.

Indonesia merupakan negara yang memiliki gunung api paling banyak di dunia dan proses pembentukan gunung itu menjadi salah satu faktor yang kemudian menyebabkan munculnya daratan keluar dari lingkungan perairan atau laut.

Kemudian faktor kedua, disebut sebagai tektonik karena pengangkatan daratan itu secara perlahan-lahan, juga secara cepat mengikuti siklus gempa bumi. "Saat energi terkumpul melampaui plastisitas kerak bumi, kerak patah dan terangkat menjadi pulau baru," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jalan Rusak Akibat Proyek Tol Jogja, Begini Solusi dari Pemkab Sleman

Sleman
| Kamis, 09 Februari 2023, 16:27 WIB

Advertisement

alt

Hyatt Regency Yogyakarta Hadirkan Sunday Brunch dengan Live Painting

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement