Advertisement

Perseteruan Bupati Meranti vs Kemenkeu hingga Ucapan Iblis dan Setan, Soal DBH Akhirnya Klir

Ni Luh Anggela
Kamis, 22 Desember 2022 - 11:37 WIB
Bhekti Suryani
Perseteruan Bupati Meranti vs Kemenkeu hingga Ucapan Iblis dan Setan, Soal DBH Akhirnya Klir Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil. - pemkab meranti

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Perseteruan antara Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil dengan Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu sudah menemui titik terang.

Difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Adil telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian ESDM guna membahas dana bagi hasil atau DBH Migas. Adapun pertemuan berlangsung sebanyak dua kali, yakni pada Selasa (20/12/2022) dan Rabu (21/12/2022) di Ruang Sidang Utama Kantor Pusat Kemendagri.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Adil menuturkan, persoalan terkait DBH Migas di wilayahnya telah selesai dibahas.

“Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut persoalan mengenai DBH Migas Kabupaten Kepulauan Meranti telah rampung dibahas,” kata Adil, mengutip laman resmi Kemendagri, Kamis (22/12/2022).

Terkait kekurangan pembayaran DBH Migas Kepulauan Meranti, Adil menyebut akan dibayar pemerintah pusat usai dilakukan audit oleh Kemenkeu.

BACA JUGA: KPK Angkut Tiga Koper Seusai Geledah Kantor Gubernur Jatim

Pada pertemuan pertama, Kemendagri telah mempertemukan Adil, Gubernur Riau Syamsuar, perwakilan Kemenkeu maupun Kementerian ESDM. Kemudian pada pertemuan kedua merupakan lanjutan guna membahas lebih teknis terkait produksi, lifting, hingga penetapan DBH Migas.

Sebagaimana diketahui, Adil menjadi viral usai melabeli Kemenkeu sebagai iblis atau setan. Pernyataan tersebut disampaikan Adil lantaran tidak puas terhadap pembagian DBH Migas ke wilayah kabupaten Kepulauan Meranti.

Dalam Rakornas Optimalisasi Pendapatan Daerah yang berlangsung di Pekanbaru, Riau pada awal Desember lalu, Adil menjelaskan bahwa tahun ini, wilayahnya hanya menerima sebanyak Rp115 miliar atau hanya naik Rp700 juta dibandingkan penerimaan sebelumnya. Padahal, lifting minyak naik dari US$60 menjadi US$100 imbas perang Rusia dan Ukraina.

Adil kemudian mengaku melakukan berbagai upaya untuk bertemu secara langsung dengan pejabat Kemenkeu terkait.

“Sampai saya kejar ke Bandung orang Kemenkeu, juga tidak dihadiri oleh yang kompeten, itu yang hadir waktu itu nggak tahulah. Sampai pada waktu itu saya bilang, ‘Ini orang keuangan ini isinya iblis atau setan?” tanya dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ratusan Pasangan Usia Subur di Kota Jogja Ikuti KB Gratis

Jogja
| Kamis, 02 Februari 2023, 05:57 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement