Iran Segera Gabung Bank BRICS, Hindari Tekanan Sanksi AS
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Pengamat politik Rocky Gerung saat memberikan paparan dalam diskusi yang bertajuk “Bonus Demografi dan Masa Depan Negeri” di Yokohama, Jumat. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)
Harianjogja.com, SOLO—Rocky Gerung kembali membuat kegaduhan setelah melontarkan sederet umpatan kepada Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan tersebut dikatakan Rocky Gerung saat ia memberi orasi di sebuah acara buruh di Bekasi pada 30 Juli 2023 lalu.
Mengacu pada lontaran umpatan ini, filsuf sekaligus akademisi kenamaan RI tersebut dilaporkan berbagai pihak ke polisi lantaran sudah menghina Presiden.
BACA JUGA: Tanggapi Umpatan Rocky Gerung, Jokowi: Aah Itu Hal-hal Kecil..
Rocky Gerung bahkan dicekal saat hendak menjadi pembicara talkshow di Unair 1 Agustus 2023 kemarin. Sebelum acara berlangsung, pintu aula ditutup yang menandakan Rocky tidak boleh masuk.
Ini bukan kali pertama Rocky Gerung membuat kehebohan dengan kata-katanya. Sebelumnya, Rocky juga harus berurusan dengan pihak kepolisian karena diksi yang digunakan dianggap menyinggung berbagai pihak.
Rocky juga sempat menjadi bahan pembicaraan lantaran menyebut kitab suci sebagai karya fiksi. Pernyataan tersebut disampaikan Rocky Gerung kala menjadi pembicara di salah satu stasiun televisi swasta pada 10 April 2018 silam.
"Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos. Itulah sifat fiksi, dan hal tersebut baik. Fiksi berbeda dengan fiktif yang bermakna buruk. Kitab suci adalah fiksi atau bukan? Kalau saya memakai arti bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi. Menuntun kita menuntun semua berpikir imajinatif," kata Rocky.
Rocky Gerung kemudian menjelaskan bahwa diksi fiksi yang dirinya pakai mengarah pada imajinasi. Namun hal tersebut ditanggapi berbeda oleh oposisi yang berujung laporan polisi.
"Kalau saya pakai definisi 'fiksi itu mengaktifkan imajinasi'," katanya.
Setahun setelahnya alias pada 2019, Rocky Gerung juga membombardir Jokowi dengan kritikan pedas. Bagaimana tidak, filsuf dan akademisi tersebut menyebut Presiden tak paham Pancasila.
"Saya tidak pancasilais, siapa yang berhak menghukum atau mengevaluasi saya? Harus orang yang pancasilais, lalu siapa? Tidak ada tuh. Jadi sekali lagi, koalisi pancasila, presiden juga tak mengerti pancasila," kata Rocky.
Rocky beralasan bila Jokowi memahami makna dari tiap sila Pancasila, maka semestinya Jokowi tidak berhutang dengan luar negeri hingga menaikan premi BPJS.
"Kalau dia paham dia nggak berutang, kalau dia paham nggak naikin BPJS, kalau dia paham nggak melanggar undang-undang lingkungan," tuturnya
Karena ucapannya tersebut, Rocky juga dilaporkan ke polisi meskipun akhirnya tidak dipenjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.