Advertisement

Start-up Netraku Asal UII, Upaya Menyejahterakan Tunanetra

Sirojul Khafid
Kamis, 30 Juni 2022 - 20:47 WIB
Sirojul Khafid
Start-up Netraku Asal UII, Upaya Menyejahterakan Tunanetra Anggota Netraku sedang sosialisasi aplikasi Netraku beberapa waktu lalu. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Start-up Netraku hadir sebagai upaya memudahkan kegiatan warga tunanetra. Perangkat yang merupakan karya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) ini terdiri dari dua hal: software aplikasi dan kamera portable.

Chief Information Officer Netraku, Lu'luatul Awaliyah, mengatakan aplikasi dengan perangkat artificial intelligence ini memiliki enam tombol statis untuk memudahkan pengguna. Tombol ini diletakkan secara khusus. “Jumlah tombol tersebut terinspirasi dari jumlah titik yang ada di huruf Braille,” kata Lu'luatul, Jumat (24/6/2022).

Adapun berbagai tombol ini memiliki kegunaan masing-masing. Tombol pertama (benda) dapat digunakan untuk mendeteksi objek yang dituju. Tombol kedua (uang) berguna untuk membantu pengguna dalam membaca dan mendeteksi uang. Untuk tombol ketiga (tulisan) dapat memudahkan pengguna dalam membaca tulisan dalam sekali scan.

BACA JUGA: Bersama IBISMA UII, Startup Jogja Lahirkan AMONA TYRE

Sementara untuk tombol keempat (jalan) berfungsi untuk memandu jalan dan mendeteksi benda yang ada di sekitar pengguna. Beralih ke tombol kelima (atur), fasilitas ini digunakan untuk mengatur kecepatan suara. Sedangkan tombol terakhir (tentang) berisi tentang aplikasi Netraku.

“Selain itu, kamera portabel digunakan ketika pengguna tidak berkenan menggunakan ponsel di tempat umum, dalam hal ini mereka bisa menggantinya dengan kamera,” kata Lu'luatul.

Cara penggunaanya dengan menghubungkan kamera tersebut ke ponsel. Setelah itu pengguna hanya perlu memberikan perintah suara agar kamera bisa bekerja sebagaimana fungsi aplikasi di ponsel.

“Kami berharap dengan adanya Netraku, aplikasi ini dapat membantu teman-teman tunanetra di Indonesia guna mencapai kesetaraan dalam pekerjaan untuk taraf hidup yang lebih baik,” katanya.

BACA JUGA: UII Bakal Buka Kampus Baru, Kota Ini Jadi Calon Lokasinya

Penyempurnaan aplikasi Netraku membutuhkan waktu selama enam bulan. Analisis kebutuhan lapangan, sosialisasi, dan pengujian pasar, pengujian teknis produk, serta survey early adopter dilakukan di beberapa lembaga pendidikan tunanetra seperti Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (Yaketunis), Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Bantul, SLB PGRI Sentolo, SLBN Semarang, dan PLD UIN Sunan Kalijaga.

Advertisement

Netraku juga bekerjasama dengan lembaga sosial seperti Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Yogyakarta, Badan Sosial Mardi Wuto, dan Brailleiant Indonesia sebagai mitra distribusi. Informasi lebih lengkap terkait aplikasi Netraku yang tumbuh dalam bimbingan Inkubator Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) UII bisa mengunjungi website netraku.id.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Kegiatan Aktivis Dikonversi Jadi SKS, Mahasiswa UGM: Kontraproduktif

Sleman
| Rabu, 10 Agustus 2022, 05:47 WIB

Advertisement

alt

Dulu Dipenuhi Perdu Liar, Kini Pantai Goa Cemara Jadi Primadona Baru Wisata di Bantul

Wisata
| Senin, 08 Agustus 2022, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement