Advertisement

Jokowi Larang Pengendara Mobil Bahan Bakar Fosil Pindah ke IKN

Akbar Evandio
Selasa, 22 Februari 2022 - 23:17 WIB
Bhekti Suryani
Jokowi Larang Pengendara Mobil Bahan Bakar Fosil Pindah ke IKN Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengendara mobil berbahan bakar fosil untuk tidak pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Peringatan itu disampaikan Jokowi karena IKN akan dibangun dengan konsep kota hutan pintar (smart forest city) yang memprioritaskan mobilitas warga dengan berjalan kaki sehingga transportasi yang jadi unggulan adalah sepeda dan kendaraan umum ramah lingkungan.

"Jadi, yang senang jalan kaki, silakan pindah ke ibu kota baru, yang senang bersepeda, ingin sehat, juga pindahlah ke ibu kota baru. Kalau yang senang naik mobil, apalagi yang mobilnya pakai BBM fosil, jangan pindah ke ibu kota baru," kata Jokowi dalam acara peresmian Nasdem Tower, dikutip melalui NasDem TV, Selasa (22/2/2022).

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan IKN dibangun sebagai kota sepuluh menit (10 minutes city) di mana penduduk setempat bisa mondar-mandir mengitari kota tersebut hanya dalam waktu 10 menit.

Mantan Gubernur DKI Jakarta melanjutkan IKN Nusantara dibangun dengan teknologi ramah lingkungan, di mana energi utama kota itu adalah energi bertenaga air (hydropower) dari Sungai Kayan. Bahkan, Ibu Kota yang didirikan di tengah hutan ini diperintahkan untuk memperbanyak lahan hijau ketimbang area kota.

Sebelumnya, rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara mendapat persetujuan dari DPR. Kesepakatan itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

Ibu kota negara akan dipindah secara bertahap dari DKI Jakarta ke IKN Nusantara di Kaltim. Selama proses pemindahan masih disiapkan, Jakarta tetap berperan sebagai ibu kota negara.

Oleh sebab itu, dia berharap agar ke depan masyarakat tidak menganggap pemindahan Ibu Kota merupakan langkah pemerintah untuk merusak hutan atau alam setempat.

"Jangan sampai ada sebuah anggapan kita ke sana untuk merusak hutan," katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, gagasan pembangunan dan pemindahan IKN tersebut adalah menerapkan 70 persen area harus menjadi area hijau. Bahkan, 80 persen kendaraan yang ada atau mobilitas dari satu tempat ke tempat lain harus didukung oleh transportasi publik, bukan mobil pribadi.

Advertisement

"Banyak hijaunya dan banyak hutannya. Semuanya dikelola dengan teknologi modern, baik transportasi, sistem pengairan, sistem kelistrikan, infrastruktur, komunikasi, pelayanan publik," ujarnya.

Kondisi tanah di ibu kota yang dinamakan Nusantara, di Kalimantan Timur, adalah perbukitan. Oleh karena itu, desain pembangunan IKN juga menyesuaikan dari bukit dan permukaan tanah yang ada.

Selain itu, area tepian air juga akan dibuat secara alamiah, dengan tetap menjaga ekosistem hutan yang ada saat ini. Pemerintah, tambahnya, juga akan merehabilitasi beberapa ekosistem hutan yang rusak.

Advertisement

BACA JUGA: Akses Wisata Borobudur Highland Kulonprogo Mulai Digarap, Tahun Ini Jalan Dilebarkan hingga 7 Meter

"Yang kita pakai ini 256.000 hektare. Nantinya, kurang lebih 50.000 hektare itu yang dipakai, sisanya 200.000 adalah memang dibiarkan sebagai hutan hijau. Yang jelek akan kita perbaiki, yang tidak baik akan kita perbaiki, dan yang kita bangun di sana adalah nursery, tempat persemaian, pembibitan pohon, yang produksinya setahun kurang lebih 20 juta bibit atau benih," katanya.

Presiden menyampaikan, berdasarkan laporan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, pembangunan nursery itu saat ini sudah hampir selesai.

"Artinya yang kita kedepankan memang sebuah kota yang sangat ramah lingkungan," ujar Jokowi.

Advertisement

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Dies Natalis Sanata Dharma ke-67, Dorong Semangat Persaudaraan

Sleman
| Senin, 03 Oktober 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement