Ini Kemampuan yang Dibutuhkan Agar Punya Penghasilan Tinggi

Karyawan menata uang Rupiah di kantor Bank BNI Syariah di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
11 Juni 2021 08:17 WIB Jessica Gabriela Soehandoko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi, maka dibutuhkan juga beberapa keterampilan yang dapat kamu kuasai. Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu terapkan agar semakin bisa diapresiasi, dan mendapatkan pandangan yang lebih baik.

Terkadang untuk mendapatkan gaji yang lebih baik, hal yang pertama kali kita pikirkan adalah dengan mempelajari kemampuan-kemampuan baru, ataupun mengikuti berbagai kursus online ataupun sertifikasi. Namun, terdapat beberapa kemampuan yang bisa kamu pelajari sendiri, dan diyakini dapat meningkatkan kualitasmu juga!

Dilansir dari theladders, berikut hal-hal yang bisa kamu pelajari untuk meningkatkan skill mu

1. Menjadi seorang pemimpin

Seseorang yang mampu memanajemen orang lain, maka cenderung lebih banyak menghasilkan banyak uang. Dalam hal ini, kamu akan mempelajari keterampilan kepemimpinan yakni mengemudikan arah di dalam tim mu, dan siapa saja yang layak untuk menjalankan tugas tersebut.

Di sisi lain, dengan adanya kemajuan otomatisasi teknologi memang akan mengubah cara kita dalam melakukan sesuatu. Tapi, seorang pemimpin manusia cenderung lebih manusiawi, dan ramah dengan kebutuhan sesama manusia. Hal tersebut seperti memahami nuasa kerja di dalam tim, kepribadian, dan resolusi konflik.

2. Menjadi komunikator yang lebih baik

Komunikasi sendiri adalah keterampilan yang sangat diperlukan oleh perusahaan. Komunikasi adalah salah satu kemampuan dari soft-skill, yang menurut pengusaha cukup penting untuk memajukan karir.

Carl Zangerl, Direktur Fakultas, Komunikasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia, Sekolah Tinggi Studi Profesional Northeastern mengatakan bahwa selama dirinya berada di perusahaan, dirinya memperhatikan bahwa orang yang mengambil posisi kepemimpinan, dan bahkan di bidang fungsional yang paling teknis adalah komunikator yang cenderung paling efektif.

3. Manfaatkan sisi kreatifmu

Mungkin pekerjaan anda tidak menuntut sebuah kemampuan kreativitas. Namun, lebih baik untuk mengubah pandangan “kreativitas” menjadi “inovasi” atau “kecerdasan”. Kreativitas yang dimaksud juga bukanlah sebuah seni, namun dalam menghadapi suatu masalah.

Sebagai salah satu contoh, kamu adalah seseorang yang bekerja di bidang keamanan data, dan menemukan permasalahan. Kamu dapat memanfaatkan kemampuan kreativitasmu, untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang baru.

4. Menangani kompleksitas dan ambiguitas

Menurut laporan dari McKinsey, perusahaan cenderung mencari orang yang sukses dan produktif dalam bertransisi ke lingkungan kerja yang baru. Oleh karena itu, jika kamu salah satu orang yang berkembang pesat terutama di masa pandemi, akan lebih baik jika kamu menambah keterampilan lainnya.

Hal-hal yang dapat kamu lakukan adalah menavigasi melalui perubahan teknologi, berkolaborasi dengan tim walaupun memiliki tantangan dalam jarak, terutama selama WFH, dan tetap optimis untuk keadaan ataupun kondisi di masa depan.

5. Belajar untuk membuat kode, atau menganalisis data

Jika kamu memiliki kemampuan dalam kode ataupun menganalisis data secara terperinci, maka kamu memiliki kemampuan yang dicari oleh perusahaan, dan digaji dengan tinggi. Hal ini seperti menganalisa data dalam pelanggan mereka, tren mengenai industri, dan lain-lainnya. Masih banyak orang yang belum bisa memanfaatkan data ini dengan lebih baik.

6. Melatih kemampuan memecahkan masalah

Semua permasalahan, baik data atupun dalam permasalahan apapun, maka tidak ada gunanya jika anda tidak tahu bagaimana dalam menyikapi atau menyimpulkan dari keadaan tersebut. Seseorang yang memiliki gaji tinggi adalah orang yang memiliki kemampuan dalam memecahkan sebuah masalah.

Para pemecah masalah biasanya memanfaatkan kreativitas, mental, dan akurasi. Dengan menjaga dalam penalaran, ataupun analitis mereka, maka kamu juga akan lebih baik dalam memutuskan sebuah keputusan dengan waktu yang lebih singkat, dan lebih efektif.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia