Benarkah Tepung Singkong Bisa Digunakan untuk Padamkan Karhutla? Ini Kata BRIN
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.
Foto ilustrasi telur. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Usulan penambahan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan mengemuka setelah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai komposisi menu yang dibagikan kepada siswa di sejumlah daerah belum sepenuhnya memenuhi keseimbangan gizi, terutama dari sumber protein hewani.
Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Fitrah Ernawati menyarankan agar telur diperbanyak dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan karena dinilai lebih praktis, tahan lama, serta memiliki kandungan protein yang penting bagi kebutuhan gizi anak.
"Karena bulan Ramadan, sebenarnya kan kalau dikasih telur kan awet ya, saya sih lebih prefer ke telur," kata dia dalam diskusi di Jakarta, Jumat (6/3/2025).
Usulan tersebut disampaikan Fitrah Ernawati sebagai tanggapan terhadap praktik di beberapa satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan instan atau biskuit olahan kepada siswa agar dapat dikonsumsi setelah berbuka puasa.
Ia menyebut terdapat laporan mengenai paket MBG yang diberikan setiap tiga hari dengan menu berupa roti, susu, dan buah naga.
Menurutnya, komposisi menu tersebut belum menunjukkan keseimbangan gizi yang optimal karena cenderung memiliki kandungan gula cukup tinggi, sementara vitamin dan mineralnya relatif terbatas.
"Ini hipotesis saja, roti kemudian susu itu saya sering melihat banyak gulanya. Vitamin dan mineralnya sedikit," ujar dia.
Fitrah Ernawati menambahkan bahwa kebutuhan vitamin dan mineral memang dapat diperoleh dari buah naga, tetapi jumlahnya perlu lebih banyak karena satu buah untuk konsumsi selama tiga hari dinilai tidak mencukupi.
Selain itu, ia menilai komposisi menu dalam program Makan Bergizi Gratis tersebut juga belum memenuhi kebutuhan protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan anak.
Karena itu, ia mengusulkan kepada para pemangku kepentingan agar jumlah telur dalam paket MBG Ramadan ditingkatkan sebagai sumber protein hewani yang terjangkau, mudah didistribusikan, dan mudah dikonsumsi.
"Di sini tidak ada protein hewani yang banyak mengandung zinc dan mineral-mineral penting lainnya. Jadi ini masih kurang asupan dari protein hewani," ucap Fitrah.
Di sisi lain, pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan, termasuk pada masa libur sekolah dan cuti bersama, dengan sejumlah penyesuaian dalam mekanisme penyaluran.
Untuk wilayah dengan mayoritas penduduk yang menjalankan ibadah puasa, distribusi MBG dilakukan melalui paket makanan kemasan sehat yang dapat dibawa pulang oleh penerima manfaat.
Sementara itu, sekolah yang berada di daerah dengan mayoritas penduduk non-Muslim tetap menjalankan program MBG seperti biasa tanpa perubahan mekanisme penyaluran.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya juga menyatakan bahwa program MBG selama Ramadan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, termasuk menyediakan paket makanan yang dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
Selain menyesuaikan pola distribusi, BGN juga terus melakukan peningkatan kualitas menu serta kemasan makanan guna memastikan keamanan pangan dan pemenuhan standar gizi nasional.
Evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis tersebut dilakukan secara berkala dengan mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas kemasan makanan, komposisi gizi dalam menu MBG Ramadan, hingga transparansi penggunaan anggaran agar program berjalan sesuai standar kesehatan dan tepat sasaran bagi para penerima manfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.