Advertisement
Pernah Jadi Kompleks IRGC, Sekolah di Iran Hancur Diserang AS
Tim penyelamat dan warga lokal berupaya menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah khusus perempuan yang diserang di Minah, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. Antara/Xinhua - Mehr News Agency
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW—Sebuah gedung sekolah di Kota Minab, Iran selatan, yang hancur akibat serangan udara Amerika Serikat dan menewaskan puluhan siswi, terungkap pernah menjadi bagian dari kompleks pangkalan angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Meskipun dulunya merupakan instalasi militer, data terbaru menunjukkan bahwa bangunan tersebut telah dialihfungsikan sepenuhnya menjadi fasilitas pendidikan sipil saat serangan terjadi.
Advertisement
Berdasarkan analisis citra satelit dan dokumen yang diverifikasi oleh The New York Times, Rabu (5/3/2026), area sekolah tersebut memang sempat menyatu dengan infrastruktur militer garda revolusi Iran.
Namun, sejak September 2016, rekaman satelit membuktikan bahwa gedung sekolah telah dipisahkan secara fisik dari pangkalan angkatan laut IRGC menggunakan pagar pembatas permanen guna membedakan zona militer dan zona publik.
BACA JUGA
Konfirmasi mengenai operasi tempur Amerika Serikat di kawasan tersebut memperkuat dugaan bahwa pesawat militer mereka menyasar titik-titik strategis di dalam pangkalan IRGC yang berada tepat di sebelah sekolah.
Sayangnya, dampak ledakan dari operasi yang diklaim sebagai serangan presisi tersebut justru meluluhlantakkan bangunan sekolah perempuan di Minab dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam skala besar.
Eskalasi konflik bersenjata ini terus memanas sejak 28 Februari 2026, ditandai dengan serangan udara terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk pusat pemerintahan di Teheran.
Sebagai bentuk perlawanan, pihak Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta menyasar pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di sepanjang wilayah Timur Tengah.
Tragedi mematikan ini terjadi di tengah suasana perundingan nuklir Iran yang dimediasi oleh Oman di Jenewa, yang sebelumnya diproyeksikan mampu meredam ketegangan antara Washington dan Teheran. Faktanya, pada hari pertama bentrokan fisik, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melaporkan sedikitnya 171 siswi tewas akibat hantaman rudal yang mengenai fasilitas pendidikan tersebut.
Seruan untuk meminta pertanggungjawaban internasional kini semakin menguat dari pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa guna menyelidiki pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional dalam konflik ini.
Penyelidikan mendalam masih diperlukan untuk memastikan apakah penargetan pangkalan IRGC yang bersebelahan dengan eks-kompleks militer yang sudah menjadi sekolah tersebut telah memenuhi prosedur perlindungan bagi warga sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Dinkes DIY Temukan 57 Kasus Positif Campak, Targetkan Imunisasi Merata
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ini Minuman Pendukung Penyerapan Vitamin D agar Nutrisi Maksimal
- Disnaker Kulonprogo Buka Posko Aduan THR hingga H+10 Lebaran
- Ketua Komisi A DPRD DIY Kecam Serangan AS-Israel ke Iran
- Judi Online Bisa Memicu Jeratan Pinjol
- Longsor Jalur Clongop Gunungkidul, Tiga Alat Berat Diterjunkan
- Lewat Buku, Masyarakat Diajak Berantas Judol
- Berbekal Asian Cadet Junior, Alden Kejar Podium Anggar Internasional
Advertisement
Advertisement








