Advertisement
Iran Belum Tetapkan Pengganti Ali Khamenei karena Situasi Keamanan
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Pemerintah Iran menunda proses penunjukan pemimpin baru untuk menggantikan mendiang Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei. Penundaan tersebut dilakukan karena pertimbangan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Informasi mengenai penundaan penunjukan penerus Ali Khamenei ini dilaporkan The New York Times, sepeti dikutip Ednews, Jumat (6/3/2026), dengan mengutip dua pejabat Iran. Mereka menyebut kekhawatiran terhadap keselamatan calon pemimpin baru semakin meningkat seiring situasi keamanan yang belum stabil.
Advertisement
Sumber yang dikutip dalam laporan tersebut menjelaskan bahwa kekhawatiran itu semakin menguat setelah putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, muncul sebagai salah satu kandidat kuat untuk menduduki posisi Pemimpin Agung Iran.
Ketegangan semakin meningkat setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan pernyataan keras terkait rencana penunjukan pemimpin baru di Iran.
BACA JUGA
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan pada hari Rabu bahwa setiap pemimpin yang ditunjuk oleh Iran untuk menggantikan Khamenei "akan menjadi target eliminasi."
Pernyataan tersebut dinilai semakin memperumit proses transisi kepemimpinan di Teheran yang saat ini berlangsung dalam situasi keamanan yang sensitif.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyampaikan penolakannya terhadap kemungkinan pencalonan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran. Ia menilai rencana tersebut sebagai langkah yang tidak dapat diterima.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sebelumnya meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan udara tersebut menargetkan sejumlah kota di berbagai wilayah Iran.
Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal ke arah Israel serta menyerang beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik tersebut sempat memicu sejumlah negara di wilayah tersebut menutup wilayah udara mereka.
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 itu juga menyebabkan Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas di kediamannya. Peristiwa tersebut menjadi pemicu utama munculnya dinamika politik baru di Iran terkait proses penunjukan pemimpin tertinggi negara tersebut.
Â
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Ednews, The New York Times
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Lubang di Tengah Jembatan Jonge Semanu Picu Perbaikan Darurat
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Motor Masuk Kolong Truk di Manahan Dua Perempuan Jadi Korban
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Wilayah di Jogja dan Sedayu Kena Pemadaman Listrik, Hari Ini
- RUU Pro Perempuan Jadi Bukti Peran Strategis Legislator Perempuan DPR
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Korupsi Bea Cukai: Kotak Simpanan Terbongkar, Uang dan Emas Disita KPK
Advertisement
Advertisement








