Advertisement
Iran Tegaskan Akan Terus Membela Diri dari Serangan AS dan Israel
Massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil membawa poster saat aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Dalam aksinya, mereka mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran karena dinilai melanggar hukum internasional dan kedamaian dunia serta meminta pemerintah untuk mengevaluasi kesepakatan Indonesia dalam piagam Board of Peace (BoP) karena dianggap tidak sesuai yang dimandatkan Dewan Keamanan PBB 2803. /ANTARAFOTO/Fauzan - YU.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menegaskan Iran akan terus membela diri hingga agresi yang disebutnya sebagai tindakan barbar dari Amerika Serikat dan Israel dihentikan.
“Kami terus menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional,” kata Iravani kepada wartawan di markas besar PBB.
Advertisement
Ia menyatakan bahwa Iran hanya menargetkan sasaran militer sebagai respons atas serangan yang diarahkan kepada negaranya.
“Iran hanya menargetkan sasaran militer dari pihak penyerang. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga. Saat ini kami sedang menyelidiki tuduhan terkait serangan terhadap lokasi nonmiliter,” kata Iravani.
BACA JUGA
Menurutnya, beberapa insiden yang disebut mengenai serangan terhadap lokasi nonmiliter kemungkinan terjadi akibat gangguan sistem pertahanan Amerika Serikat yang membuat serangan menyimpang dari target militer.
“Penilaian awal kami menunjukkan bahwa beberapa insiden tersebut mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan oleh sistem pertahanan Amerika Serikat yang dapat menyebabkan serangan menyimpang dari target militer yang dimaksud,” ujarnya.
Iran Tegaskan Tidak Mencari Perang
Iravani juga menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan perang maupun eskalasi konflik, tetapi tidak akan menyerahkan kedaulatannya.
“Iran tidak mencari perang. Iran tidak menginginkan eskalasi. Namun Iran tidak akan pernah menyerahkan kedaulatannya,” katanya.
Ia menyebut Iran sebagai bangsa dengan peradaban panjang yang menjunjung perdamaian dan hidup berdampingan dengan negara lain.
“Peradaban kami yang kuno dan membanggakan menunjukkan bahwa Iran selalu menjadi bangsa yang mencintai perdamaian serta berkomitmen pada hidup berdampingan, martabat, dan saling menghormati antarbangsa,” ujarnya.
Iravani juga menegaskan bahwa pemilihan kepemimpinan Iran sepenuhnya merupakan keputusan rakyat Iran tanpa campur tangan pihak asing.
“Iran adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Iran tidak menerima dan tidak akan pernah mengizinkan kekuatan asing mencampuri urusan dalam negerinya,” katanya.
Serukan Dewan Keamanan PBB Bertindak
Dalam kesempatan itu, Iravani juga menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ia meminta Dewan Keamanan PBB segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan konflik tersebut.
“Kami menyerukan kepada seluruh negara anggota untuk mengecam agresi ini, kejahatan perang ini, dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan perang kriminal terhadap rakyat Iran,” kata Iravani.
Ia memperingatkan bahwa kegagalan Dewan Keamanan PBB dalam bertindak dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi keamanan global.
“Hari ini Iran, besok bisa negara anggota lainnya,” ujarnya.
Konflik Memanas
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Serangan itu juga dilaporkan mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, gugur.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah wilayah Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Anies Baswedan Hadiri Syawalan Nasional HMI MPO Cabang Yogyakarta
- Listrik Padam di Sleman, Sejumlah Wilayah Terdampak
- 21 April Bukan Hari Libur, Ini Makna Hari Kartini dan Inovasi Dunia
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Remaja di Bantul Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 21 April 2026, Tiket Rp8.000
- DPRD Dorong Perluasan WFH ASN Kota Jogja untuk Hemat BBM
Advertisement
Advertisement







