Advertisement
Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Buka Peluang Kenaikan BBM Subsidi
Pelayanan pengisian BBM di SPBU sejumlah Jawa Tengah dan DIY.IST/Pertamina
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah membuka kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi apabila lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut dan melampaui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi terakhir jika kondisi fiskal tidak mampu lagi menahan tekanan harga minyak global.
Advertisement
“Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan [harga] BBM,” kata Purbaya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (7/3/2026).
Namun ia menegaskan kenaikan tersebut hanya akan dilakukan jika APBN benar-benar tidak mampu menahan tekanan harga minyak dunia.
BACA JUGA
Defisit APBN Berpotensi Naik
Menurut perhitungan Kementerian Keuangan, defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) apabila harga minyak dunia bertahan di level 92 dolar AS per barel sepanjang tahun tanpa adanya intervensi kebijakan pemerintah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Selain penyesuaian harga BBM, opsi lain adalah realokasi belanja negara.
Beberapa program dengan tingkat urgensi lebih rendah berpotensi mengalami pergeseran anggaran untuk menjaga kesehatan fiskal. Namun, belanja yang berdampak langsung kepada masyarakat akan tetap diprioritaskan.
Purbaya mencontohkan salah satu program yang masih memiliki ruang realokasi adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergeseran anggaran lebih difokuskan pada kegiatan pendukung program.
“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” ujarnya.
Pengalaman Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Purbaya menyebut Indonesia pernah menghadapi lonjakan harga minyak yang lebih tinggi di masa lalu, bahkan hingga sekitar 150 dolar AS per barel. Saat itu perekonomian nasional tetap mampu bertahan meski mengalami perlambatan.
“Kita dulu pernah melewati keadaan di mana harga minyak sampai 150 dolar AS per barel. Jatuh enggak ekonominya? Agak melambat, tapi enggak jatuh. Jadi kita punya pengalaman,” katanya.
Kenaikan harga minyak dunia saat ini dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Harga minyak jenis Brent tercatat naik 4,93% menjadi 85,41 dolar AS per barel, sedangkan US WTI melonjak 8,51% menjadi 81,01 dolar AS per barel. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga pada Januari 2026, ketika Brent berada di level 64 dolar AS per barel dan WTI di 57,87 dolar AS per barel.
Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Belum Naik
Meski demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan harga BBM bersubsidi masih tetap dan stok bahan bakar dalam kondisi aman menjelang Idulfitri.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.
Menurut Airlangga, pemerintah masih memantau perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga minyak mentah dunia sebelum mengambil keputusan kebijakan.
“Belum [menaikkan harga BBM subsidi]. Kan asumsi makro APBN kita kemarin di 70 dolar AS per barel. Jadi kita tunggu saja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Tak Semua Orang Perlu Multivitamin Ini Kata Ahli Gizi
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Ambisi Calafiori Bawa Timnas Italia Akhiri Kutukan Absen Piala Dunia
- Satoria Hotel Yogyakarta Hadirkan Paket Halalbihalal Magical Raya
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement







