Hizbullah Klaim Luncurkan 20 Serangan ke Tentara Israel
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Selat Hormuz Iran. - ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mulai mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Tahap pertama evakuasi WNI dari Iran dijadwalkan berlangsung hari ini dengan rute melalui Azerbaijan.
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa proses evakuasi WNI dari Iran akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
"Evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini dan tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan," kata Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Pada tahap awal, pemerintah merencanakan evakuasi terhadap 32 WNI yang berada di Iran. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan serta perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.
Heni menjelaskan bahwa perencanaan jalur evakuasi WNI dari Iran dilakukan dengan memperhatikan kondisi keamanan terkini serta koordinasi intensif dengan perwakilan diplomatik Indonesia di kawasan tersebut.
“Untuk jalur-jalur evakuasi akan dilihat sesuai kondisi di lapangan, dan ini akan ditentukan oleh rekan-rekan di KBRI Teheran dan KBRI Baku, Azerbaijan,” kata Heni.
Pemerintah Indonesia juga akan menentukan langkah evakuasi berikutnya setelah mengevaluasi situasi keamanan terbaru serta mempertimbangkan laporan dan masukan dari KBRI Teheran.
Dalam proses tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran disebut terus menjalin komunikasi dengan para WNI yang berada di Iran, baik yang menetap maupun yang sedang berada di sana untuk sementara waktu.
"KBRI Teheran akan terus beroperasi memberikan bantuan dan keperluan kepada seluruh WNI yang masih berada di Iran," katanya.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto menyampaikan bahwa pemerintah negara-negara di kawasan Teluk tetap berupaya menjaga keamanan seluruh penduduk, termasuk diaspora Indonesia, di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Menurut Santo, pemerintah negara-negara Teluk juga telah menyebarkan imbauan keamanan secara luas serta memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Karena itu, hingga saat ini belum ada rekomendasi untuk mengevakuasi warga asing dari wilayah negara-negara tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa para WNI yang berada di Teheran telah disiapkan untuk proses evakuasi melalui Baku, Azerbaijan, setelah berbagai persiapan dilakukan oleh perwakilan RI di wilayah tersebut.
"Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu, mereka harus dibawa ke Baku itu sepuluh jam perjalanan," katanya kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam.
Setelah menempuh perjalanan darat dari Iran menuju Azerbaijan, para WNI tersebut selanjutnya akan melanjutkan perjalanan menggunakan penerbangan menuju Jakarta sebagai bagian dari proses evakuasi WNI dari Iran yang dilakukan pemerintah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.