Advertisement
Pentagon Habiskan Rp60 Triliun dalam 100 Jam Perang Lawan Iran
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Konflik antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran yang kini memasuki hari ketujuh telah menguras anggaran militer Amerika Serikat hingga sekitar 3,7 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp60 triliun dalam 100 jam pertama perang.
Dengan laju pengeluaran hampir 900 juta dolar AS per hari, Pentagon diperkirakan harus mengajukan permintaan dana darurat kepada Kongres untuk menutup biaya operasi militer yang tidak terduga.
Advertisement
Al Jazeera melaporkan angka tersebut berasal dari analisis lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis pekan ini.
Biaya Tak Terduga Membengkak
BACA JUGA
Masalahnya, sebagian besar biaya perang tersebut tidak tercantum dalam anggaran awal Pentagon. Peneliti CSIS, Mark Cancian dan Chris Park, memperkirakan sekitar 3,5 miliar dolar AS dari total biaya perang merupakan pengeluaran yang sebelumnya tidak dianggarkan.
Konsekuensinya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat hampir pasti harus meminta tambahan dana kepada Kongres untuk membiayai operasi militer yang terus berkembang.
Penelitian tersebut menggambarkan betapa mahalnya konflik yang kini memasuki hari ketujuh. Dalam operasi militer itu, Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran menggunakan pengebom siluman, jet tempur, serta berbagai sistem persenjataan berteknologi tinggi.
2.000 Amunisi Meluncur dalam 100 Jam
Menurut analisis CSIS, militer Amerika Serikat telah menggunakan lebih dari 2.000 berbagai jenis amunisi hanya dalam 100 jam pertama perang.
Untuk mengisi kembali stok amunisi yang telah ditembakkan, Washington diperkirakan membutuhkan dana sekitar 3,1 miliar dolar AS. Pengeluaran militer untuk penggantian amunisi ini saja diperkirakan mencapai sekitar 758 juta dolar AS per hari.
Pentagon Siap Tingkatkan Serangan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan serangan terhadap Iran kemungkinan akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.
Menurut dia, operasi militer berikutnya akan melibatkan lebih banyak skuadron jet tempur, peningkatan sistem pertahanan udara, serta intensitas serangan pesawat pengebom yang lebih sering.
Peringatan CSIS
Dalam laporannya, CSIS memperingatkan bahwa meski kampanye udara biasanya melambat setelah fase awal konflik, biaya perang yang tidak dianggarkan tetap akan sangat besar.
Situasi ini berbeda dengan sejumlah operasi militer Amerika Serikat sebelumnya yang sebagian besar sudah memiliki pos anggaran tersendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement







