Mengenal Mutasi Virus Corona N439K yang Telah Masuk Indonesia

Mutasi virus corona B117 - JIBI/Bisnis.com
15 Maret 2021 23:27 WIB Janlika Putri Indah Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Virus Corona terus bermutasi, kini mutasi N439K sudah masuk Indonesia. Kemunculan virus ini menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat yang semakin resah akan ancaman kesehatan yang terus bertambah.

Peneliti genomik molekuler dan anggota Konsorsium Covid-19 Genomics Inggris, Riza Arief Putranto menjelaskan tentang virus ini melalui unggahan di Instagram pribadinya @rizaputranto.

Berikut merupakan fakta mengenai mutasi N439K :

1. Konsekuensi N439K

Mutasi ini terjadi pada protein Spike dari virus SARS-CoV-2 dimana perubahan asam amino terjadi pada urutan ke-439 dari N ke K.

Menurut Thomson et al- Cell(2021) pada skala lab, Virus mudah menginfeksi afinitas ke reseptor inang meningkat 2x.
Mutasi tidak merubah load virus dan tidak meningkatkan keparahan penyakit. Kemudian varian ini mampu menurunkan efikasi antibodi

2. Ditemukan pertama kali pada Maret 2020

20A/S:439K merupakan nama pengelompokkan varian N439K menurut GISAID dan Nextstrain. Varian N439K ditemukan pertama kali pada bulan Maret 2020 kemudian menjadi prevalen (meningkat) pada bulan April 2020 terutama di Skotlandia.

Per 6 Januari 2021, 34 negara melaporkan adanya varian ini, utamanya di Eropa. Setelah penyebaran meluas ke Eropa, varian tersebut menghilang dari Skotlandia pada November Oktober 2020.

3. Relatif Stagnan

Menurut data covariants.org, varian N439K tidak menunjukkan pola eksponensial dalam penyebarannya. Dua negara Eropa, Ceko dan Slovenia masih memiliki frekuensi kemunculan dari varian ini, namun negara lainnya minim.

4. Penularan Lebih Rendah dari varian B.1.1.7

Prof lan Jones, Professor of Virology, University of Reading mengatakan bahwa varian virus tidak bisa mendominasi kecuali memiliki keunggulan tertentu untuk menyebar di populasi. Kemunculan varian B.1.1.7 pada akhir tahun 2020 unggul dalam kecepatan penularan sehingga varian N439K tidak berkembang.

5. Belum diketahui konsekuensi kasusnya di Indonesia

Menurut data GISAID yang diolah ALIBI dalam Nextclade, Indonesia melaporkan sejumlah 48 dari total 547 genom sejak November 2020 hingga Februari 2021.
Namun saat ini belum diketahui konsekuensinya dalam peningkatan kasus di Indonesia.


6. Varian N439K tidak termasuk dalam Variant of Concern (VOC)

Menurut Public Health Inggris dan CDC AS, terdapat tiga VOC yang saat ini diawasi seksama penyebarannya di dunia dan tiga Variants of Interest
(VOI) yang implikasinya sedang diteliti. VOI merupakan varian yang baru muncul dan imbasnya belum diketahui. VOC merupakan varian yang telah diketahui imbas kecepatan penularan, respon antibodi/vaksin dan potensi kegawatannya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia