Panen Raya Bawang Merah di Magelang Hasilkan 21 Ton Per Hektare

Bupati Magelang Zaenal Arifin saat melakukan panen raya bawang merah, Selasa (9/3/2021). - Ist/dok Prokompim Pemkab Magelang
09 Maret 2021 16:57 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG— Upaya penanaman bawang merah di Dusun Dakawu, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang membuahkan hasil memuaskan. Petani melakukan panen raya hingga 21 ton per hektare.

Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Pertanian dan Pangan telah mengembangkan sektor pertanian berupa penanaman bawang merah seluas lima hektare melalui APBD Tahun 2020 di Dusun Dakawu, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Dusun Dakawu, Sumar sangat mengapresiasi bantuan tersebut. Dari bantuan tersebut, kelompok tani Sri Rejeki mampu melakukan panen raya bawang merah dengan hasil yang baik dan maksimal.

Baca juga: Rayakan Hari Lahir Sultan, Kraton Jogja Pentaskan Beksan Golek Jangkung Kuning

Sumar melaporkan penanaman bawang merah mampu menghasilkan rata-rata 21 ton per hektare. Menurutnya hasil panen tersebut telah mencapai targe. Ke depan ia juga akan mengembangkan lahan pertanian bawang merah dari 5 hektare menjadi 8 hektare.

"Tentu ini sangat membantu sekali para petani bawang merah di Dusun Dakawu terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani," ungkap Sumar saat acara panen raya bawang merah di Dusun Dakawu, Banyusidi, Pakis, Selasa (9/3/2021).

Bupati Magelang, Zaenal Arifin dalam sambutannya mengingatkan bahwa ke depan akan terjadi pertarungan pangan. Maka sumber daya alam menjadi hal yang penting untuk lebih diperhatikan, dijaga, serta dirawat salah satunya terkait ketersediaan airnya. Kabupaten Magelang memiliki potensi pengembangan yang cukup besar khusus komoditas hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah dan cabai keriting.

Baca juga: Kunjungi LDII, Kapolri Bahas Dai Kamtibmas hingga Moderasi Beragama

"Dinas Pertanian tahun lalu telah mengembangkan hampir 92 hektare untuk tanaman bawang merah. Kami berharap ke depan ini bisa dikembangkan secara swadaya oleh kelompok tani untuk menunjang kesejahteraan, karena harganya pun cukup baik dan bersahabat perkilogramnya bisa sampai Rp18.000," kata Zaenal.

Untuk diketahui, tanaman bawang merah ini bisa tumbuh subur di dataran rendah sampai di ketinggian 0-1000 MDPL. Oleh karena itu, Zaenal juga meminta agar tanaman bawang merah ini nantinya juga bisa dikembangkan di wilayah lain seperti di lereng Merapi, Merbabu, Sumbing dan wilayah lain di Kabupaten Magelang.

"Kami melalui Dinas Pertanian akan terus mendorong supaya ini juga bisa dikembangkan di wilayah lainnya seperti di lereng-lereng Merapi, Merbabu, dan Sumbing agar para petani bisa lebih sejahtera," pungkas Zaenal.