Ngeri! Penyakit Kronis Kini Serang Usia Muda, Begini Cara Mencegahnya
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Foto ilustrasi irigasi pertanian / foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di seluruh provinsi sebagai langkah memperkuat pendampingan teknologi dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.
Pembentukan balai besar tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 dan berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Kebijakan ini merupakan peningkatan status dari balai penerapan modernisasi pertanian yang sebelumnya telah beroperasi di daerah.
Pembentukan 33 balai besar tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 dan berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).
Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry di Bogor, Jawa Barat, Minggu, menjelaskan bahwa balai besar tersebut merupakan peningkatan status dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang sebelumnya telah ada di daerah.
“Dengan peningkatan status ini, koordinasi antara pusat dan daerah diharapkan semakin kuat, terutama dalam memperluas program dan kebijakan Kementerian Pertanian hingga ke tingkat lapangan,” kata Fadjry.
Ia menyampaikan bahwa Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian memiliki tugas melakukan identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi, perekayasaan, pengujian, diseminasi, serta penerapan paket teknologi pertanian spesifik lokasi.
Selain itu, balai besar tersebut juga melaksanakan produksi benih dan bibit sumber unggul yang tersertifikasi guna meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.
“Balai besar ini hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber bermutu sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian di daerah,” ujarnya.
Fadjry menambahkan keberadaan balai besar di setiap provinsi diharapkan mampu memfasilitasi dan memberikan pendampingan program pembangunan pertanian, sekaligus meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha pertanian.
Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produksi pangan nasional secara efisien.
“Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi agar produktivitas naik dan biaya produksi turun,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman.
Pemerintah menargetkan percepatan modernisasi pertanian melalui penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi unggul dan mekanisasi guna mewujudkan pertanian yang produktif, efisien dan berdaya saing.
Melalui pembentukan 33 balai besar ini, Kementan menargetkan percepatan modernisasi pertanian berbasis teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing pertanian nasional secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di laga kandang terakhir. Van Gastel memuji permainan dominan timnya di babak pertama.
Bali United menang telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Dipta.
Manchester United memastikan finis posisi ketiga Liga Inggris 2025/26 setelah menang dramatis 3-2 atas Nottingham Forest di Old Trafford.