Singapura Kalah 0-2, Gavin Lee Akui Indonesia Sangat Bagus
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, DENPASAR—Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Bali yang berpotensi berlangsung selama sepekan, mulai 21 hingga 27 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan peringatan tersebut dikeluarkan setelah pihaknya mengidentifikasi adanya perubahan signifikan pada dinamika atmosfer di wilayah Bali dan sekitarnya. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan secara luas.
“Kami mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer,” kata Cahyo di Denpasar, Rabu.
Berdasarkan hasil analisis BBMKG, peningkatan potensi hujan dipicu oleh aktivitas Monsun Asia yang cukup aktif. Selain itu, terbentuknya pola pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Bali serta tingginya kelembapan udara basah hingga lapisan atmosfer atas sekitar 200 milibar turut memperkuat pembentukan awan hujan.
Kombinasi faktor atmosfer tersebut memicu peningkatan aktivitas awan konvektif yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Bali.
BBMKG Denpasar memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng selama periode prakiraan tersebut.
Wilayah-wilayah itu berisiko mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, serta tanah longsor, dengan tingkat ancaman yang berbeda-beda sesuai kerawanan masing-masing daerah.
Selain potensi cuaca ekstrem di daratan, BBMKG juga mengingatkan adanya peningkatan risiko di wilayah perairan. Untuk perairan utara Bali dan Selat Lombok bagian utara, tinggi gelombang laut diperkirakan dapat mencapai hingga 2,5 meter.
Sementara itu, gelombang laut dengan ketinggian lebih ekstrem hingga empat meter berpotensi terjadi di perairan selatan Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, serta Selat Lombok bagian selatan, sehingga perlu diwaspadai oleh nelayan dan pengguna transportasi laut.
Untuk memperoleh informasi terkini, BBMKG Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat agar rutin memantau pembaruan cuaca melalui laman resmi bbmkg3.bmkg.go.id, layanan cuaca maritim di maritim.bmkg.go.id, media sosial Instagram @bmkgbali, maupun aplikasi Info BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar,” ujar Cahyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.