Catat Waktu dan Tanggal Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Indonesia

Kulminasi utama 1 di Indonesia. - Dok. BMKG
25 Februari 2021 08:37 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Hari tanpa bayangan kembali menghampiri sejumlah wilayah di Indonesia.

Dikutip dari www.bmkg.go.id, Kamis (25/2/2021),  bahwa secara  umum,  hari tanpa bayangan atau disebut juga kulminasi  utama  tahun  2021  di  Indonesia  terjadi  antara  20  Februari  2021  di  Baa,  Nusa  Tenggara  Timur  (NTT) hingga 4  April  2021  di  Sabang,  Aceh  dan  7  September  2021  di  Sabang,  Aceh  sampai  dengan 21 Oktober 2021 di Baa, Nusa Tenggara Timur.

Dalam keterangannya, BMKG menyebut kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. 

BACA JUGA : Bulan Ini Warga Jogja Bakal Saksikan Hari Tanpa Bayangan

Saat  deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di  titik  zenit. 

Akibatnya, bayangan  benda  tegak  akan  terlihat  "menghilang",  karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi  utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Hari tanpa bayangan terjadi, karena bidang ekuator Bumi / bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika/bidang revolusi Bumi, sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU sampai dengan 23,5 dengan  LS. 

Hal  ini disebut  sebagai  gerak  semu  harian  Matahari.  Pada tahun  ini,  Matahari  tepat  berada  di  khatulistiwa  pada 20  Maret  2021  pukul  16.37 WIB  dan 23  September 2021 pukul 02.21 WIB. 

Adapun, pada 21 Juni 2021 pukul 10.32 WIB, Matahari berada di titik balik Utara dan pada 21 Desember 2021 pukul 22.59 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.

BACA JUGA : Jogja Alami Hari Tanpa Bayangan & Suhu Panas

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa. 

Di  kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut. 

Khusus untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 4 Maret 2021, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9   Oktober 2021, yang kulminasi utamanya terjadi  pada  pukul  11.40  WIB. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia