Insentif Mobil Listrik 2026 Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Insentif mobil listrik 2026 dikaji ulang pemerintah untuk tekan subsidi BBM dan dorong industri otomotif nasional.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Sebetulnya berapa jumlah virus yang menyebabkan Covid-19 tersebut hingga saat ini?
Mengutip perhitungan yang dilakukan ahli matematika dari Pusat Matematika Biologis Universitas Bath Kit Yates, ahli genomika molekuler, Riza Putranto menyebut jumlah virus Corona baru tidak lebih dari setengah kaleng minuman ringan.
Untuk menghitungnya, kata Riza ada tiga parameter yang menjadi kunci. Pertama, berapa banyak virus SARS-CoV-2 di tubuh masing-masing pasien.
Tentu katanya tidak semua orang terinfeksi jumlah virus yang sama, maka hitungan rerata dari infeksi virus selama kurun waktu 6 hari (masa infeksi puncak), diperoleh angka 10-11 miliar partikel virus dalam 1 tubuh pasien.
Kedua, berapa banyak manusia yang terinfeksi virus dalam satu durasi infeksi. Kit Yates mengestimasi 3 juta orang terinfeksi setiap harinya, dengan durasi 6 hari infeksi, maka total mencapai 18 juta orang.
"Maka diperoleh angka 200 kuadriliun partikel virus dalam satu waktu atau setara dengan 200 juta miliar," ujar Riza dalam postingan di akun Instagramnya, dikutip Bisnis, Senin (15/2/2021).
Parameter ketiga yakni, seberapa besar ukuran virusnya. Riza menjabarkan bahwa ukuran Covid-19 rerata 100 mm atau 0,1 mikron alias 1/1000 rambut manusia yang memiliki volume 0,000000000000000523 ml.
Maka, volume total virus SARS-CoV-2 di dunia dalam satu infeksi yakni 200 kuadriliun dikalikan dengan 0,000000000000000523 ml. Didapatkan hasil 120 ml volume total virus di dunia.
Riza menyebut dengan mempertimbangkan jika virus ditumpuk menyisakan ruang diantaranya seperti tumpukan jeruk, maka volume diperhitungkan ulang yakni sebanyak 160 ml, muat di dalam 1 kaleng minuman ringan berukuran 330 ml dan masih sisa tempat.
"Ini gambaran sederhana betapa jumlah virus setara setengah kaleng minuman bisa merepotkan dunia," bebernya.
Oleh karena itu, Riza mengatakan kita tidak boleh meremehkan hal kecil seperti Covid-19 ini. Penting untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jalan Kweni-Druwo, Sewon, Bantul ditutup hingga 7 Desember 2026 akibat pembangunan jembatan. Simak rekayasa lalu lintas dan jalur alternatifnya.
Pasien obesitas hampir 300 kilogram di Sragen dievakuasi 15 petugas gabungan ke RSUD setelah mengalami sesak napas dan tubuh lemas.
Yamaha kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui Fazzio Youth Festival 2026, ajang tahunan yang memadukan kreativitas, olahraga
PSI Bantul merampungkan kepengurusan di 17 kapanewon dan 76 DPRt, lalu memulai konsolidasi dan pendidikan politik menuju Pemilu 2029.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.