Advertisement
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuduh AS Tenggelamkan Fregat Dena
Peta Selat Hormuz (Wikipedia Commons)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Misi tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membantah klaim yang menyebut Teheran menutup Selat Hormuz. Iran menilai tuduhan tersebut tidak berdasar sekaligus menuding Amerika Serikat telah membahayakan keamanan pelayaran di kawasan.
“Klaim bahwa Iran menutup Selat Hormuz tidak berdasar dan tidak masuk akal,” tulis misi Iran melalui platform media sosial X.
Advertisement
Dalam pernyataan itu Iran menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen terhadap hukum internasional serta prinsip kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional.
Menurut pernyataan tersebut, fregat Dena yang tengah berkunjung ke India sebagai tamu angkatan laut dengan membawa 130 pelaut, disebut dihantam dan ditenggelamkan di perairan internasional oleh kapal selam milik Amerika Serikat tanpa peringatan.
BACA JUGA
Insiden itu diklaim terjadi hampir 2.000 mil dari pantai Iran dan menyebabkan lebih dari 100 pelaut tewas.
“Serangan sembrono ini melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan kebebasan navigasi,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan serangan tersebut terjadi pada Rabu di lepas pantai Sri Lanka.
Ia menjelaskan kapal perang tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti latihan angkatan laut di perairan India pada bulan lalu. Dalam insiden tersebut dilaporkan 32 pelaut mengalami luka-luka dan sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang.
Serangan terhadap kapal perang di Samudra Hindia itu terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang mulai memanas sejak akhir pekan lalu.
Dalam laporan terbaru, sedikitnya 926 orang dilaporkan tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer tinggi.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Warga DIY Diajak Tanam Cabai Mandiri Guna Jaga Stabilitas Harga
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- RTH Tegalgendu Jogja Jadi Pionir Pertanian Kota Berbasis Pupuk Organik
- PLN Pulihkan 97 Persen Listrik Terdampak Cuaca Ekstrem di Jateng
- Meski Timur Tengah Memanas, Pasokan BBM Ramadan di DIY Dipastikan Aman
- Makanan Penurun Lemak Viseral yang Direkomendasikan Ahli Gizi
- Hindari Risiko Selat Hormuz, RI Mulai Impor Minyak Mentah dari AS
- Inspirasi Furnitur Ramadan, Ciptakan Hunian Nyaman dari INFORMA
- Polri Setor Uang Kasus Judi Online Rp58 Miliar ke Kas Negara
Advertisement
Advertisement







