Advertisement

Paus Leo Serukan Perdamaian Dunia di Tengah Serangan AS-Israel ke Iran

Jumali
Jum'at, 06 Maret 2026 - 03:17 WIB
Jumali
Paus Leo Serukan Perdamaian Dunia di Tengah Serangan AS-Israel ke Iran Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah kecamuk serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran yang kini memasuki hari keenam, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo, mengeluarkan seruan damai kepada para pemimpin dunia.

Melalui sebuah pesan video yang dirilis pada Kamis (5/3/2026), Paus meminta para pemimpin negara untuk menolak kekerasan dan menghentikan ambisi militer yang berpotensi menghancurkan kemanusiaan.

Advertisement

"Tuhan, beri cahaya bagi para pemimpin bangsa, agar mereka memiliki keberanian untuk meninggalkan proyek-proyek kematian," tegas Paus Leo dalam video tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Ia juga menekankan pentingnya mengangkat doa demi perdamaian dunia agar bangsa-bangsa segera meletakkan senjata dan memilih jalur dialog serta diplomasi yang bermartabat.

Fokus Doa: Perlucutan Senjata Global

Setiap bulan, Paus Leo secara rutin merilis video yang berisi niat doa bagi umat Katolik di seluruh dunia. Untuk periode Maret 2026, Paus secara khusus mengusung tema “Demi Perlucutan Senjata dan Perdamaian.”

Hingga kini, Vatikan belum memberikan keterangan resmi mengenai waktu pasti pengambilan gambar video tersebut—apakah dibuat sebagai respons langsung terhadap eskalasi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran atau telah dijadwalkan sebelumnya.

Meski demikian, pesan tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik regional. Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel, kawasan Teluk, dan Irak, sementara Israel juga melakukan operasi militer di Lebanon.

Vatikan Kritik Konsep “Perang Preventif”

Kritik keras juga datang dari diplomat tertinggi Vatikan, Kardinal Pietro Parolin. Dalam wawancara dengan Vatican News pada Rabu (4/3/2026), Sekretaris Negara Vatikan itu menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel berpotensi merusak tatanan hukum internasional.

Parolin memperingatkan bahaya pembenaran tindakan agresi atas nama pertahanan diri sebelum serangan terjadi.

"Jika negara diakui memiliki hak melakukan 'perang preventif'... seluruh dunia bisa berisiko terbakar," ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Vatikan bahwa legitimasi konsep perang preventif dapat menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas global di masa depan.

Perdamaian Dibangun dari Solidaritas

Dalam video doanya, Paus Leo menegaskan bahwa keamanan sejati suatu bangsa tidak dapat dicapai melalui kontrol yang dilandasi rasa takut atau superioritas militer.

Menurutnya, perdamaian yang berkelanjutan hanya bisa dibangun di atas fondasi kepercayaan, keadilan, dan solidaritas antarbangsa.

Pesan moral tersebut menjadi seruan penting agar komunitas internasional kembali mengutamakan diplomasi dan dialog. Hal ini juga sejalan dengan berbagai upaya diplomasi yang tengah berlangsung, termasuk langkah China yang mengirimkan utusan khusus ke Timur Tengah untuk meredam ketegangan.

Seusai pesan tersebut dirilis, masyarakat internasional diharapkan dapat merenungkan kembali dampak kemanusiaan dari konflik yang masih berkecamuk di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

JK Nilai Mediasi Indonesia dalam Konflik Iran Tak Mudah

JK Nilai Mediasi Indonesia dalam Konflik Iran Tak Mudah

Sleman
| Jum'at, 06 Maret 2026, 04:17 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement