Advertisement
Waspada! Mereduksi Pancasila Bikin Bangsa Terpuruk
Diskusi tentang Pancasila di Kantor DPD RI, Minggu (7/2/2021). - Ist.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan landasan yang paling tepat untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep ini telah disusun pendiri bangsa sebagai konsensus nasional dengan penuh pertimbangan. Sejarah telah membuktikan bahwa upaya mereduksi bahkan mengganti Pancasila justru berdampak pada keterpurukan.
Alumnus Lemhanas Angkatan LX Wajdi Rahman menjelaskan, lima sila dalam Pancasila merupakan tatanan yang paling tepat untuk kondisi majemuk masyarakat Indonesia. Di mana pancasila menuntut umat beragama dan berkepercayaan untuk hidup rukun walaupun berbeda keyakinannya. Kemudian mengajak masyarakat untuk mengakui dan memperlakukan setiap orang sebagai sesama manusia yang memiliki martabat mulia serta hak-hak dan kewajiban asasi.
Advertisement
BACA JUGA : GKR Hemas: Kearifan Lokal Jogja Mengandung Nilai Luhur
“Pancasila juga menumbuhkan sikap masyarakat untuk mencintai tanah air, bangsa, dan negara Indonesia, ikut memperjuangkan dan mengambil sikap solider serta loyal terhadap sesama warga negara,” katanya dalam keterangan persnya. Diskusi tentang Pancasila itu digelar dalam Sosialisasi Tata Kehidupan berbangsa dan Bernegara MPR RI di Kantor DPD RI DIY, Jalan Kusumanegara 133, Kota Jogja Minggu (7/2/2021).
Wajdi Rahman menambahkan pancasila juga mengajak masyarakat untuk bersikap peka dan ikut serta dalam kehidupan politik dan pemerintahan negara. Serta mengajak masyarakat aktif dalam memberikan sumbangan sesuai dengan kemampuan kepada negara demi terwujudnya kesejahteraan umum.
Anggota DPD RI Cholid Mahmud menyatakan sebagai konsensus nasional para pendiri bangsa hendaknya dasar negara tidak digeser atau direduksi menjadi sangat sekuleristik sehingga bertentangan dengan nilai agama. Sejarah telah membuktikan mereduksi dasar negara justru membawa keterpurukan.
BACA JUGA : Ini Pengakuan Masing-Masing Kelompok dalam Bentrok
“Siapapun, termasuk rezim, pemerintahan kapan pun, apabila mengeser dan mereduksi dasar negara Pancasila, terbukti dalam sejarah pasti membawa pada keterpurukan pada kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya,
Upaya mereduksi tersebut harus diwaspadai dan dihindari. Karena dikhawatirkan bukan kemajuan dan kemakmuran yang dicapai justru penghamburan energi dan berdampak pada pecah belah bangsa. “Sehingga semua komponen bangsa perlu menyadari saatnya kita beraksi mengamalkan nilai pancasila,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Alokasi Dana Desa Sleman 2026 Turun Rp19 Miliar, Kalurahan Putar Otak
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Fitur Trade-In Motorku X Mudahkan Pecinta Sepeda Motor Honda
- DPR RI Soroti Dugaan Kendala Teknis Pesawat ATR Hilang Kontak
- KPK Periksa Adik Sugiri Sancoko Terkait Kasus Suap Pemkab Ponorogo
- Jaksa Agung Pastikan Perkara Guru Honorer Muaro Jambi Dihentikan
- Puluhan Lapak Penjahit Terban Dibongkar, Trotoar Dikembalikan
- Kasus Keamanan Pangan MBG Turun, BGN Kejar Sertifikasi SPPG
- Libur Isra Miraj, KAI Daop 6 Layani 207 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement



