Mantan Ketum PB HMI Berada di Pesawat Sriwijaya Air yang Hilang Kontak

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Ketum PB HMI) Mulyadi P Tamsir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kerusuhan unjukrasa 4 Nombember 2016. - Bisnis
10 Januari 2021 08:07 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mulyadi P Tamsir tercatat sebagai salah satu penumpang di pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu.

Nama Mulyadi tercatat dalam manifes pesawat bersama dengan 62 orang, dimana 12 lainnya adalah kru pesawat. Dia berada pesawat naas tersebut bersama istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih.

Mulyadi adalah Ketua Umum PB HMI periode 2015 - 2017. Dari informasi yang beredar dia baru melangsungkan pernikahannya pada November 2020 lalu.

Seperti diketahui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengumumkan total penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebanyak 50 orang beserta 12 kru. Dari 50 penumpang, perinciannya terdiri atas 43 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Baca juga: Beredar Nama 62 Penumpang Pesawat Sriwijaya yang Jatuh di Kepulauan Seribu, Ini Kata Kemenhub

"Total penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebanyak 50 orang beserta 12 kru. Dari 50 penumpang, perinciannya terdiri atas 43 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi," ujar Budi dalam konferensi pers, Sabtu (9/1/2021).

Sesuai dengan jadwal, pesawat tersebut seharusnya take off sekitar pukul 13.25 wib dan mendarat pukul 15.15 wib. Namun, keberangkatan ditunda dan dijadwalkan mendarat di Pontianak sekitar 15.50 wib.

Diberitakan sebelumnya, Puing badan pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak pada Sabtu (1/9/1/2021) ditemukan di perairan Kepulauan Seribu.

Baca juga: Puing Pesawat Sriwijaya Air Ditemukan di Perairan Kepulauan Seribu

Kasie Pemerintahan Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Seribu Surachman mengatakan puing badan pesawat berwarna biru ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan. Puing-puing dievakuasi menggunakan peralatan seadanya milik nelayan.

"Nelayan menjadi saksi mata awal jatuhnya pesawat Sriwijaya air. Puing badan pesawat berwarna biru ditemukan di perairan kepulauan seribu dan dievakuasi menggunakan peralatan sederhana nelayan," ujarnya mengutip siaran langsung yang disiarkan Kompas TV, Sabtu (9/1/2021).

Sumber : bisnis.com