Polisi dan FPI Punya Rekaman Penembakan Pengikut Rizieq, Isinya Beda

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menunjukkan barang bukti terkait penyerangan Polisi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). - Antara
08 Desember 2020 14:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa orang yang mengawal rombongan pendiri FPI Rizieq Shihab sempat berkomunikasi lewat sambungan telepon sebelum tewas ditembak aparat kepolisian.

Dalam keterangan resmi yang diterima JIBI, Senin (7/12/2020), FPI membeberkan kronologi penembakan oleh aparat kepolisian terhadap enam anggota FPI di Tol Cikampek yang mengakibatkan mereka meninggal dunia.

“Ketika itu, salah seorang laskar yang berada di mobil Avanza yang tengah beristirahat di KM 57 terus berkomunikasi dengan Sufyan alias Bang Ambon, laskar yang berada dalam mobil Cevrolet B 2152 TBN. Telepon ketika itu terus tersambung,” tulis FPI dalam keterangannya.

Sufyan alias Bang Ambon berkata, "Tembak sini tembak”, yang mengisyaratkan ada aparat kepolisian yang mengarahkan senjata kepadanya, dan setelah itu terdengar suara rintihan  kesakitan seperti tertembak.

Sufyan alias Bang Ambon pun meminta anggota laskar lain untuk terus berjalan.

Begitu pula saat Faiz, anggota laskar yang satu mobil dengan Sufyan, dihubungi oleh temannya yang ikut rombongan Rizieq Shihab, terdengar ada suara orang yang kesakitan dan seketika itu sambungan telepon juga terputus.

Lebih lanjut, enam laskar FPI yang ada dalam mobil Cevrolet sampai Senin (7/12/2020) siang tidak dapat dihubungi lagi dan tidak diketahui keberadaannya.

Anggota laskar lain yang menggunakan mobil Avanza dan tengah beristirahat di KM 57, beranjak menuju Markas FPI Karawang melalui akses pintu Tol Karawang Barat.

Kemudian, di lokasi yang diperkirakan sebagai tempat kejadian perkara serangan terhadap rombongan lascar di  Chevrolet B 2152 TBN tidak ditemukan apapun.

Versi Polisi

Di sisi lain, beredar rekaman percakapan yang diduga dilakukan oleh anggota FPI sebelum insiden bentrokan dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat membenarkan isi rekaman percakapan itu.

Inti percakapan terkait ada mobil yang mengintai dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan oleh anggota FPI untuk menyerang polisi.

Berikut isi percakapan yang terdengar dan juga arahan untuk menabrak mobil polisi yang beredar di kalangan wartawan.

A: Siap siap siaga, siap siap bulan 1 meluncur

B: Akses madar apa sudah meluncur, ada posisi di mana?

C: Mobil putih POI depan kita nih, silver, silver, mobilio mobilio silver. Pelat belakangnya POI 15** POI, nih ada di depan kita nih Bang Odon

D: Suruh bikin sayap jangan satu jalur, bikin sayap kanan kiri

C: Monitor Bang Odon, KJD sebelah kiri nih ane lagi pantau ya, ane ke depan dikit nih. Ok? KJD yang mobil kedua

A: Chevrolet maju

C: Dimana Ti posisinya, posisi?

D: Ada Avanza hitam tubruk saja pelat nomor yang tadi

C: KJD juga ikutin Don yang tadi siang, ... yang lu sebutin.... (kurang jelas) KJD yang kita uber itu tiga hari dari (kurang jelas) infonya

C: Udah tunggu saja kalau misal ketemu langsung tubruk, ada di belakang dia

C: Maju ke depan duluan....(kurang jelas) stand by aja di belakang itu hati-hati mobil-mobilnya ngebut

----------------------

 

D: ....Ini yang abu-abu tadi siang itu, ngikutin...(kurang jelas) ada di belakang nih...

E: Waspada waspada pantau aja dulu, jangan dulu ambil tindakan, bilamana ada situasi urgent baru ambil tindakan, nunggu komando

D: Siap yang penting waspada

E: Mobil sedan samping.

D: aman aman.

C: Oi jangan mepet, ini totalnya ada 3 mobil mungkin lebih. Yang udah kebaca POI. PQI. Yang dua itu udah gambar tadi di perumahan, yang 1739 itu ngikut, Avanza hitamngikut kita dia, KJD juga ngikut yang tadi siang

E: Pantau terus

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia