Advertisement
Crane Proyek Kereta Cepat Thailand Ambruk, Kereta Terbelah 28 Tewas
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden fatal terjadi di proyek kereta cepat Thailand setelah crane raksasa roboh dan menghantam kereta penumpang yang tengah melintas, pada Rabu (14/1/2026) di Provinsi Nakhon Ratchasima.
Crane raksasa roboh dan menghantam kereta penumpang rute Bangkok-Ubon Ratchathani yang tengah melintas, menyebabkan 28 orang meninggal dunia dan 64 lainnya luka-luka. Dampak benturan yang sangat keras dilaporkan membelah salah satu gerbong menjadi dua bagian dan memicu kebakaran hebat di lokasi kejadian.
Advertisement
Saksi mata di lokasi, Mitr Intrpanya, menggambarkan situasi mencekam saat logam berat dari pilar beton setinggi puluhan meter jatuh menimpa rangkaian kereta. Tim penyelamat sempat terkendala dalam proses evakuasi karena adanya kebocoran bahan kimia di sekitar reruntuhan. "Logam dari crane tampaknya menghantam bagian tengah gerbong kedua dan membelahnya menjadi dua," ujar Mitr kepada AFP, menggambarkan skala kerusakan pada kereta yang mengangkut 195 penumpang tersebut.
Kecelakaan tragis ini terjadi di area pembangunan jalur kereta cepat senilai US$5 miliar yang merupakan bagian dari inisiatif Belt and Road China. Perusahaan konstruksi raksasa Thailand, Italian-Thai Development (ITD), ditunjuk sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas pengerjaan di segmen tersebut. Rekam jejak ITD kini menjadi sorotan tajam, mengingat perusahaan ini juga terlibat dalam insiden runtuhnya gedung pencakar langit di Bangkok pada Agustus 2025 yang menewaskan 90 pekerja.
BACA JUGA
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, bereaksi keras dengan mendesak adanya sanksi blacklist bagi perusahaan konstruksi yang mengabaikan standar keselamatan kerja. Penegakan hukum di sektor industri Thailand selama ini dinilai longgar, sehingga kecelakaan serupa kerap berulang. Konsultan teknik dari China Railway Design Corporation, Theerachote Rujiviphat, menegaskan bahwa standar operasional di bawah kontraktor terkait harus segera dievaluasi total guna mencegah kegagalan struktur di masa depan.
Hingga saat ini, proses identifikasi korban masih terus berlangsung sementara otoritas transportasi melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab ambruknya crane. Proyek kereta cepat yang ditargetkan menghubungkan Bangkok ke Kunming pada 2028 ini kini menghadapi tantangan serius terkait kepercayaan publik terhadap keamanan infrastruktur. Pemerintah Thailand menegaskan bahwa pertanggungjawaban hukum akan ditegakkan secara tegas terhadap pihak kontraktor utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement







