Advertisement
Petugas Haji Diingatkan Disiplin, Menhaj: Anda Wakil Negara
Jemaah haji / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tingginya ekspektasi jamaah terhadap layanan ibadah haji membuat peran petugas menjadi penentu keberhasilan penyelenggaraan. Ketidaksiapan, kelalaian, atau sikap abai di lapangan berpotensi mencoreng nama baik negara di mata dunia.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan para calon petugas haji yang tengah menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, agar tidak main-main dalam menjalankan tugas melayani jamaah.
Advertisement
Dalam apel pagi yang berlangsung khidmat itu, ia menegaskan bahwa reputasi Indonesia dipertaruhkan di tangan para petugas.
“Keberhasilan Anda melayani jamaah adalah 60 persen dari keberhasilan kami. Namun ingat, kegagalan bapak ibu sekalian, 100 persen menjadi sebab kegagalan kami,” ujar Menhaj di hadapan sekitar 1.600 peserta dari unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga jurnalis, Rabu (14/1/2026).
BACA JUGA
Tahun 2026 menjadi fase krusial karena untuk pertama kalinya Kementerian Haji dan Umrah memegang kendali penuh penyelenggaraan haji Indonesia secara mandiri. Karena itu, Menhaj menekankan bahwa para peserta diklat merupakan sosok terpilih yang berhasil menyisihkan lebih dari 100.000 pendaftar melalui proses seleksi ketat akhir 2025.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa disiplin waktu adalah harga mati. Ia tidak ingin lagi menerima laporan adanya petugas yang bersikap acuh terhadap kondisi jamaah saat bertugas di Arab Saudi.
“Negara harus hadir dalam setiap situasi jamaah. Anda adalah wakil negara,” katanya.
Peringatan tersebut selaras dengan evaluasi penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya, ketika kedisiplinan petugas di sektor krusial seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kerap menjadi sorotan.
Pada proses seleksi petugas haji Desember 2025, sistem Computer Assisted Test (CAT) serta wawancara psikologi diperketat untuk menyaring petugas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas pelayanan yang kuat.
Tahun ini, rasio jumlah petugas dibanding jamaah juga sedikit ditingkatkan agar respons di lapangan lebih cepat dan pelayanan kepada jamaah semakin optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement





