Advertisement

Balita Tewas dalam Mesin Cuci di Jepang, Ayah Ditangkap

Jumali
Rabu, 14 Januari 2026 - 20:17 WIB
Jumali
Balita Tewas dalam Mesin Cuci di Jepang, Ayah Ditangkap Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kepolisian Prefektur Ibaraki, Jepang, resmi menangkap Yuki Yamaguchi, 31, seorang ayah atas dugaan kelalaian yang menyebabkan putranya tewas di dalam mesin cuci.

Yuki diduga lalai dan menyebabkan Aoi, bocah berusia dua tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam mesin cuci di apartemen Kasumigaura, April 2025.

Advertisement

Insiden tragis tersebut bermula ketika balita malang itu ditemukan tidak bernapas di dalam tabung mesin cuci yang sedang tidak beroperasi. Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Yamaguchi yang bekerja sebagai pegawai sementara di Tsuchiura mengakui telah meninggalkan anaknya tanpa pengawasan dalam kondisi yang membahayakan.

"Saya meninggalkannya di sana tanpa membantunya," ungkap Yamaguchi sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Rabu (14/1/2026).

Laporan kronologi menunjukkan bahwa peristiwa terjadi dalam rentang waktu singkat antara pukul 10.00 hingga 10.20 pagi waktu setempat. Yamaguchi baru menghubungi layanan darurat pada pukul 10.29 pagi setelah menyadari sang putra sudah dalam kondisi kritis. Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban tewas akibat tercekik (asphyxiation) setelah jatuh ke dalam mesin cuci setinggi 90 sentimeter tersebut.

Kepolisian menduga Aoi berhasil memanjat masuk ke dalam tabung karena adanya pijakan di sekitar mesin cuci yang diletakkan di dalam kamar anak. Meskipun mesin cuci sedang tidak digunakan, struktur alat rumah tangga tersebut menjadi jebakan maut bagi balita tanpa pengawasan orang dewasa. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua di Jepang mengenai pentingnya standar keamanan furnitur dan peralatan rumah tangga bagi anak-anak.

Kini, Yamaguchi menghadapi proses hukum atas tuduhan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Otoritas setempat terus mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau murni kelalaian dalam pengasuhan. Tragedi ini pun memicu diskusi luas di media sosial Jepang mengenai beban pengasuhan dan keamanan lingkungan apartemen bagi keluarga muda di wilayah utara Tokyo tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Okupansi Turun, PHRI Minta Akomodasi Ilegal Ditertibkan

Okupansi Turun, PHRI Minta Akomodasi Ilegal Ditertibkan

Bantul
| Rabu, 14 Januari 2026, 21:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement