Advertisement
Balita Tewas dalam Mesin Cuci di Jepang, Ayah Ditangkap
Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kepolisian Prefektur Ibaraki, Jepang, resmi menangkap Yuki Yamaguchi, 31, seorang ayah atas dugaan kelalaian yang menyebabkan putranya tewas di dalam mesin cuci.
Yuki diduga lalai dan menyebabkan Aoi, bocah berusia dua tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam mesin cuci di apartemen Kasumigaura, April 2025.
Advertisement
Insiden tragis tersebut bermula ketika balita malang itu ditemukan tidak bernapas di dalam tabung mesin cuci yang sedang tidak beroperasi. Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Yamaguchi yang bekerja sebagai pegawai sementara di Tsuchiura mengakui telah meninggalkan anaknya tanpa pengawasan dalam kondisi yang membahayakan.
"Saya meninggalkannya di sana tanpa membantunya," ungkap Yamaguchi sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Rabu (14/1/2026).
BACA JUGA
Laporan kronologi menunjukkan bahwa peristiwa terjadi dalam rentang waktu singkat antara pukul 10.00 hingga 10.20 pagi waktu setempat. Yamaguchi baru menghubungi layanan darurat pada pukul 10.29 pagi setelah menyadari sang putra sudah dalam kondisi kritis. Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban tewas akibat tercekik (asphyxiation) setelah jatuh ke dalam mesin cuci setinggi 90 sentimeter tersebut.
Kepolisian menduga Aoi berhasil memanjat masuk ke dalam tabung karena adanya pijakan di sekitar mesin cuci yang diletakkan di dalam kamar anak. Meskipun mesin cuci sedang tidak digunakan, struktur alat rumah tangga tersebut menjadi jebakan maut bagi balita tanpa pengawasan orang dewasa. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua di Jepang mengenai pentingnya standar keamanan furnitur dan peralatan rumah tangga bagi anak-anak.
Kini, Yamaguchi menghadapi proses hukum atas tuduhan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Otoritas setempat terus mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau murni kelalaian dalam pengasuhan. Tragedi ini pun memicu diskusi luas di media sosial Jepang mengenai beban pengasuhan dan keamanan lingkungan apartemen bagi keluarga muda di wilayah utara Tokyo tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- FEB UI Masuk Empat Besar Dunia Sekolah Ekonomi Islam
- Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
- Pajak Kendaraan Bekas Kini Lebih Mudah, Tak Perlu KTP Pemilik Lama
- Cuaca Pagi Terik Lalu Hujan Tiba-tiba Ini Penyebabnya
- Dana PIP 2026 Cair, Siswa SMA Bisa Terima hingga Rp1,8 Juta
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Harga Tanah di Sekitar Kelok 23 Melonjak, Investor Belum Masuk
Advertisement
Advertisement








