Advertisement

Indonesia Pulangkan 27.768 WNI dari Konflik dan Kejahatan Global

Akbar Evandio
Rabu, 14 Januari 2026 - 13:27 WIB
Maya Herawati
Indonesia Pulangkan 27.768 WNI dari Konflik dan Kejahatan Global Ilustrasi pekerja migran / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Gelombang penipuan daring, jaringan judi online lintas negara, hingga konflik bersenjata di berbagai kawasan dunia kian menempatkan warga negara Indonesia (WNI) pada situasi rentan.

Di tengah kompleksitas itu, negara dituntut hadir nyata melindungi warganya, baik yang bekerja, belajar, maupun bermukim di luar negeri, sebagaimana ditegaskan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Rabu (14/1/2026).

Advertisement

Sugiono menyampaikan, sepanjang 2025 pemerintah Indonesia berhasil memulangkan 27.768 WNI dari berbagai situasi krisis, mulai dari konflik bersenjata hingga kejahatan transnasional seperti penipuan daring dan judi online (judol). Menurutnya, perlindungan WNI merupakan pilar utama diplomasi Indonesia, sejalan dengan amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa.

“Sepanjang 2025, Indonesia telah memulangkan 27.768 WNI dari berbagai situasi krisis, mulai dari konflik bersenjata hingga kejahatan transnasional seperti penipuan daring dan judi online,” ujar Sugiono.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri yang terlibat langsung dalam proses pembebasan, pendampingan, dan pemulangan WNI ke Tanah Air. Sugiono menilai kerja para diplomat dan staf perwakilan, meskipun kerap tidak terlihat, menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam melindungi warganya di mana pun berada.

“Upaya ini sering kali berlangsung senyap, tetapi dampaknya nyata bagi ribuan WNI yang kembali dalam keadaan aman,” katanya.

Ke depan, Kementerian Luar Negeri akan terus memperkuat kemitraan internasional, meningkatkan kesiapsiagaan perwakilan RI di luar negeri, mengembangkan sistem peringatan dini, serta mempercepat digitalisasi layanan. Langkah-langkah ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi WNI.

“Ke depan, Kementerian Luar Negeri akan terus memperkuat kemitraan, kesiapsiagaan perwakilan, sistem peringatan dini, dan juga digitalisasi layanan,” kata Sugiono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jumlah Pernikahan di Bantul Terus Menurun dalam 3 Tahun Terakhir

Jumlah Pernikahan di Bantul Terus Menurun dalam 3 Tahun Terakhir

Bantul
| Rabu, 14 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement